Sumutpos.jawapos.com-Pelantikan direktur dan dekan Universitas Medan Area (UMA) merupakan momentum strategis dalam memperkuat arah kebijakan menuju green digital university yang berdaya saing dan berdampak. Hal ini sejalan dengan integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam tata kelola, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Demikian disampaikan Rektor UMA Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc saat melantik direktur pascasarjana dan dekan periode 2025-2027, pekan lalu. Kegiatan di Convention Hall Hj Siti Mariani Lt. 3 Gedung Perpustakaan Kampus I UMA dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS) M. Erwin Siregar, SE, MBA, wakil rektor, ketua dewan guru besar, kepala biro dan sivitas akademika UMA.
Pejabat yang dilantik yaitu Prof. Dr. Ir. Hj. Retna Astuti Kuswardani, MS (direktur pascasarjana). Kemudian para dekan yakni Dr. Eng. Supriatno, M.T (teknik), Dr. Ir. Syahbudin Hasibuan, M.Si (pertanian serta sains dan teknologi), Prof. Dr. Syafrida Hafni Sahir, M.Si (ekonomi dan bisnis), Dr. Muhammad Citra Ramadhan, M.H (hukum), Dr. Yurial Arief Lubis, M.I.P (ilmu sosial dan ilmu politik) dan Dr. Siti Aisyah, M.Psi (psikologi).
Rektor menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan. Tetapi merupakan bagian dari komitmen UMA untuk memperkuat transformasi menuju green digital university dan kampus yang memberi dampak besar bagi masyarakat.
Sejalan dengan spirit Sustainable Development Goals (SDGs), lanjut rektor, UMA mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam tata kelola, penelitian, pengabdian masyarakat dan budaya akademik. Setiap fakultas memiliki peran strategis dalam SDGs:
"Fakultas teknik: energi terbarukan, teknologi hijau, smart building.
Fakultas pertanian: ketahanan pangan berkelanjutan, konservasi air, agro-teknologi ramah lingkungan. Fakultas sains dan teknologi: inovasi material hijau, riset nanoteknologi, teknologi mitigasi polusi," kata rektor.
Kemudian fakultas hukum: tata kelola berkelanjutan, etika akademik, regulasi kampus hijau. Fakultas ekonomi dan bisnis: green entrepreneurship, model bisnis circular economy.
"Fakultas psikologi: kesehatan mental, psikologi lingkungan, pendidikan karakter berkelanjutan. Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik: kebijakan publik hijau, diplomasi SDGs, pemberdayaan masyarakat," rinci Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc.
Rektor meminta dekan dan direktur pascasarjana menjadi arsitek perubahan, penggerak inovasi dan teladan integritas. "Kita ingin riset tidak berhenti pada publikasi, tetapi menjadi solusi. Kita ingin pengabdian masyarakat tidak sekadar program, tetapi membawa perubahan nyata," urainya.
Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim M. Erwin Siregar, SE, MBA mengapresiasi atas komitmen UMA di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc. Pelantikan ini adalah bagian dari proses pembaruan kepemimpinan yang sehat.
"Yayasan mendukung penuh langkah universitas untuk memperkuat sinergi antara akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Kami berharap para wakil rektor dan dekan mampu bekerja kolaboratif, berintegritas, dan inovatif dalam mewujudkan visi UMA sebagai green digital university yang unggul dan berdampak," sebutnya.
Ketua Yayasan juga menekankan pentingnya kesinambungan program serta percepatan transformasi akademik untuk meningkatkan reputasi UMA di tingkat nasional dan internasional.
Pada akhir rangkaian acara, rektor memberi ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para dekan periode sebelumnya. Penghargaan diserahkan kepada Dr. Siswa Panjang Hernosa, M.Si dan Dr. Ferdinand Susilo, M.Si. Penghargaan sebagai simbol penghormatan atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan kualitas akademik dan pengembangan fakultas. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan