MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup akibat tekanan ekonomi keluarga yang tidak mampu menanggung biaya pendidikan. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus alarm serius bagi dunia pendidikan nasional.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui Dinas Pendidikan Sumut menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alex Sinulingga, mengatakan peristiwa di NTT menjadi pengingat keras bahwa negara dan pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pak Gubernur Sumut menyampaikan belasungkawanya atas kejadian ini. Tentunya ini sangat menggemparkan dunia pendidikan di Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alex Sinulingga saat memberikan keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Menurut Alex, untuk mencegah tragedi serupa terjadi di Sumatera Utara, Gubernur Bobby Nasution sejak awal telah memikirkan langkah antisipatif melalui kebijakan pendidikan gratis bagi siswa tingkat menengah.
“Pak Bobby Nasution jauh sudah memikirkan nasib para siswa-siswi di Sumut agar tidak ada lagi yang putus sekolah karena perekonomian keluarga,” katanya.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan anggaran sebesar Rp43 miliar untuk menjalankan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB negeri se-Sumut pada tahun ajaran 2026–2027.
“Anggaran Rp43 miliar yang disiapkan untuk program sekolah gratis tahun ajaran 2026–2027,” ucap Alex.
Ia menjelaskan, tahap awal pelaksanaan program ini difokuskan pada wilayah Kepulauan Nias, yang meliputi Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, serta Kota Gunungsitoli. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 41.000 siswa SMA/SMK/SLB negeri yang akan menjadi penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp21 miliar.
Selain Kepulauan Nias, program sekolah gratis juga diterapkan di lima kabupaten/kota yang terdampak bencana alam, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.
Untuk wilayah terdampak bencana tersebut, kata Alex, terdapat sekitar 51.000 siswa yang akan mendapatkan manfaat program, dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp22 miliar.
“Untuk di daerah bencana, ada sekitar 51 ribu murid yang terdampak. Jika dikalkulasikan, anggaran yang akan dipergunakan sebesar Rp22 miliar,” jelasnya.
Alex menegaskan, Program Unggulan Bersekolah Gratis ini berlaku menyeluruh di daerah-daerah yang telah ditetapkan, tanpa pengecualian wilayah kecamatan tertentu.
“Program PUBG ini berlaku di daerah-daerah yang sudah ditetapkan, yakni Kepulauan Nias dan lima daerah terdampak bencana atas arahan Gubernur Sumut. Berlaku untuk keseluruhan, bukan hanya kecamatan tertentu,” pungkasnya. (rel/san/ram)
Editor : Juli Rambe