Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Spalletti Hadapi Mantan Klub, Juventus Waspada Ujian Roma di Allianz Stadium

Johan Panjaitan • Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:00 WIB
SARAT EMOSIONAL: Allenatore Juventus Luciano Spalletti pernah dua periode menangani AS Roma dan menghadapi mantan klubnya itu di Allianz Stadium, Turin, dini hari nanti (21/12). (sport.sky.de)
SARAT EMOSIONAL: Allenatore Juventus Luciano Spalletti pernah dua periode menangani AS Roma dan menghadapi mantan klubnya itu di Allianz Stadium, Turin, dini hari nanti (21/12). (sport.sky.de)

TURIN, Sumutpos.jawapos.com-Juventus tengah menikmati periode positif sejak ditangani Luciano Spalletti per 29 Oktober lalu. Dalam sepuluh pertandingan di semua kompetisi, Bianconeri hanya menelan satu kekalahan. Satu-satunya noda dalam fase “bulan madu” Spalletti itu datang dari mantan klubnya, SSC Napoli, yang menaklukkan Juventus 2-1 pada giornata ke-14 Serie A, dua pekan lalu.

Ujian berikutnya pun kembali mempertemukan Spalletti dengan masa lalunya. Juventus akan menjamu AS Roma pada laga giornata ke-16 Serie A di Stadion Allianz, Turin, dini hari nanti. Laga ini disiarkan langsung oleh Vidio pada pukul 02.45 WIB.

Pertemuan tersebut sarat emosi bagi Spalletti. AS Roma bukan sekadar lawan papan atas, melainkan klub yang pernah dua kali ia tangani pada periode 2005–2009 dan 2016–2017.

“Saya lebih tertarik menghadapi Roma sebagai tim yang berada tepat di atas kami. Jika menang, jarak poin hanya tinggal satu,” ujar Spalletti kepada Tuttosport.

Saat ini, Giallorossi menempati peringkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan 30 poin, unggul empat angka atas Juventus yang berada di posisi keempat dengan 26 poin.

Jejak Manis dan Pahit di Ibu Kota

Dua periode melatih Roma meninggalkan kisah manis sekaligus pahit bagi Spalletti. Ia sempat menuai kritik tajam ketika mengubah posisi Francesco Totti menjadi false nine dan kerap mencadangkannya. Namun, ia juga dipuja setelah mempersembahkan dua gelar Coppa Italia dan satu Supercoppa Italiana.

“Saya pernah melatih beberapa klub dalam dua periode, tetapi selalu beruntun. Hanya di Roma saya kembali di waktu yang berbeda. Banyak cerita dan perasaan yang campur aduk di sana,” kenang Spalletti, yang juga dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Serie A 2006 bersama Roma.

Roma dan Ujian Laga Besar

Di kubu lawan, AS Roma di bawah asuhan Gian Piero Gasperini masih dibayangi catatan kurang meyakinkan saat menghadapi tim-tim besar. Meski konsisten dan bertengger di papan atas, performa Roma dalam laga-laga grande partita kerap menjadi sorotan.

Namun, Gasperini menegaskan timnya memiliki modal penting: mentalitas dan etos kerja.

“Secara teori, ada tim dengan pemain lebih kuat. Tapi apakah mereka punya semangat dan etos kerja yang sama? Kami adalah tim yang terus bekerja untuk menjadi lebih baik. Tidak pernah mudah bagi siapa pun menghadapi kami,” ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia.

Laga Juventus kontra AS Roma bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan duel sarat gengsi, emosi, dan ambisi papan atas—ujian sejati bagi Spalletti melawan bayang-bayang masa lalunya.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#seri a #juventus #as roma