LONDON, Sumutpos.jawapos.com-Ambisi besar tengah dijaga Arsenal musim ini. The Gunners masih bertahan di keempat kompetisi yang mereka ikuti dan, dari semuanya, Piala Liga (Carabao Cup) menjadi jalur terdekat menuju trofi pertama. Dua laga memisahkan pasukan Mikel Arteta dari Wembley.
Pada leg kedua semifinal di Stadion Emirates, dini hari nanti (siaran langsung Vidio pukul 03.00 WIB), Arsenal berada di posisi menguntungkan usai menang 3-2 atas Chelsea pada leg pertama di Stamford Bridge, 15 Januari lalu. Dengan keunggulan agregat dan dukungan publik London Utara, Meriam London di atas angin.
Musim ini, Arsenal memimpin klasemen Premier League, tampil sempurna di fase liga Liga Champions, masih bertahan di Piala FA, dan sudah selangkah menuju final Carabao Cup. Gelandang andalan Declan Rice menilai, peluang menyapu bersih empat gelar bukan sekadar mimpi.
“Kami memimpin Premier League, memenangkan semua laga fase liga Liga Champions, unggul di semifinal Carabao Cup, dan masih bertahan di Piala FA. Jadi kami tidak bisa mengeluh,” ujar Rice kepada Sky Sports.
Kedalaman Skuad Jadi Modal
Rice menegaskan, kekuatan Arsenal musim ini bukan hanya soal performa sebelas pemain utama, melainkan kedalaman skuad. Kembalinya sejumlah pemain kunci yang sempat cedera panjang, seperti Gabriel Jesus dan Kai Havertz, memberi Arteta lebih banyak opsi serta menjaga konsistensi performa tim di tengah padatnya jadwal.
“Kami harus memperlakukan setiap pertandingan seperti final. Jika ingin memenangkan semua trofi, Anda harus tetap menang meski dalam kondisi sulit. Empat bulan ke depan akan menjadi pembuktian,” tegas mantan kapten West Ham United itu.
Chelsea Datang dengan Mentalitas Comeback
Di sisi lain, Chelsea menolak datang ke Emirates sebagai tim kalah sebelum bertanding. Meski memikul defisit agregat 2-3, skuad besutan Liam Rosenior membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah mencatat lima kemenangan beruntun di berbagai kompetisi.
Bek tengah Chelsea Wesley Fofana menegaskan bahwa The Blues kini mengusung mentalitas kebangkitan.
“Mentalitas kami sedang sangat bagus. Kami sudah membuktikannya saat mengalahkan Napoli di Liga Champions dan ketika menghadapi West Ham di Premier League,” ujar Fofana melalui laman resmi klub.
Sejarah juga berpihak pada Chelsea. Musim lalu, mereka sempat kalah 0-1 dari Middlesbrough di leg pertama semifinal Piala Liga, sebelum membalikkan keadaan secara brutal dengan kemenangan 6-1 pada leg kedua.
Kini, Emirates akan menjadi panggung penentuan. Bagi Arsenal, laga ini adalah kesempatan menjaga mimpi quadruple tetap hidup. Bagi Chelsea, ini soal harga diri dan pembuktian bahwa comeback bukan sekadar cerita masa lalu.(jpg/han)
RAPOR SEMIFINAL DUO LONDON:
ARSENAL
Lolos semifinal: 10
Lolos final: 4
Persentase sukses: 40
Gagal ke final: 6
Persentase gagal: 60
CHELSEA
Lolos semifinal: 11
Lolos final: 8
Persentase sukses: 72,7
Gagal ke final: 3
Persentase gagal: 27,3
ARSENAL (4-2-3-1): 13-Kepa (g); 12-Timber, 2-Saliba, 6-Gabriel, 5-Hincapie; 36-Zubimendi, 41-Rice; 20-Madueke, 8-Odegaard (c), 11-Martinelli; 14-Gyokeres
Pelatih: Mikel Arteta
Jersey pemain: Merah
Jersey kiper: Kuning
CHELSEA (4-2-3-1): 1-Robert Sanchez (g); 24-James (c), 23-Chalobah, 29-Fofana, 3-Cucurella; 25-Caicedo, 8-Enzo; 7-Pedro Neto, 10-Palmer, 20-Joao Pedro; 9-Delap
Pelatih: Liam Rosenior
Jersey pemain: Biru
Jersey kiper: Hijau
Editor : Johan Panjaitan