Sumutpos.jawapos.com-Derby London kali ini bukan sekadar pertandingan biasa. Saat Tottenham Hotspur menjamu Crystal Palace di Tottenham Hotspur Stadium, Kamis malam, yang dipertaruhkan bukan hanya tiga poin. Spurs sedang bertarung menyelamatkan diri dari rekor paling kelam dalam sejarah klub di Premier League.
Kekalahan 1-2 dari Fulham di Craven Cottage akhir pekan lalu memperpanjang penderitaan Tottenham. Kini mereka puasa kemenangan dalam 10 pertandingan beruntun—menyamai catatan terburuk klub sejak 1994.
Jika kembali gagal menang saat menghadapi Palace, Spurs akan mencatat rekor tanpa kemenangan terpanjang sepanjang sejarah klub di Premier League. Sebuah noda hitam yang sulit dilupakan para penggemarnya.
Tekanan pun kini menghantam pelatih anyar Tottenham, Igor Tudor. Kursi pelatih yang dulu membuat Antonio Conte frustrasi kini mulai terasa panas bagi juru taktik asal Kroasia tersebut.
Usai laga kontra Fulham, Tudor bahkan tak mampu menyembunyikan emosinya. Ia mengecam keputusan wasit atas insiden antara Raúl Jiménez dan Radu Drăgușin. Namun di balik kritik itu, Tudor juga membuat pengakuan yang cukup menohok: Tottenham saat ini kekurangan kualitas di berbagai lini.
Fakta di lapangan memang kejam. Spurs menjadi satu-satunya tim di Premier League yang belum meraih kemenangan sepanjang tahun 2026. Situasi ini terasa semakin ironis karena klub telah menggelontorkan dana besar untuk membangun skuad mahal, termasuk penyerang Brasil Richarlison yang bernilai ratusan miliar rupiah.
Alih-alih bersaing di papan atas, Tottenham justru terdampar di peringkat 16 klasemen, hanya beberapa poin di atas zona degradasi.
Palace Siap Menambah Luka
Di sisi lain, Crystal Palace datang dengan motivasi tinggi meski baru saja kalah dari Manchester United di Old Trafford.
Sempat unggul lewat gol cepat bek Maxence Lacroix, Palace akhirnya tumbang setelah sang pemain diganjar kartu merah—membuat pelatih Oliver Glasner harus menelan kekalahan pahit.
Namun statistik justru memberi harapan besar bagi The Eagles. Palace hanya kalah sekali dari sembilan derby London tandang terakhir. Bahkan pada akhir musim 2024–2025, mereka sukses mempermalukan Tottenham 2-0 di markasnya sendiri.
Kini, Derby London ini berubah menjadi pertarungan hidup-mati bagi dua manajer. Tudor berjuang menyelamatkan Tottenham dari sejarah memalukan, sementara Glasner ingin membuktikan timnya masih punya taring.
Apakah Spurs akhirnya bangkit dan memutus kutukan?
Atau justru Crystal Palace yang akan mendorong Tottenham jatuh lebih dalam ke jurang sejarah paling memalukan mereka?
Semua mata akan tertuju ke London Utara. Derby ini bisa menjadi malam penyelamatan… atau awal dari bencana besar bagi Tottenham.(bbs/han)
Perkiraan Pemain:
TOTTENHAM (3-4-1-2): Vicario; Danso, Van de Ven, Dragusin; Porro, Sarr, Palhinha, Gray; Simons; Tel, Richarlison. Pelatih: Igor Tudo
CRYSTAL PALACE (3-4-2-1): Henderson; Canvot, Richards, Riad; Munoz, Wharton, Kamada, Mitchell; Sarr, Johnson; Strand Larsen. Pelatih: Oliver Glasne
Editor : Johan Panjaitan