Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

UIN Sumatera Utara Bersafari Ramadan di Rutan Kelas I Medan

Johan Panjaitan • Rabu, 4 Maret 2026 | 17:00 WIB

KERJA SAMA: Wakil Dekan I FSH UIN Sumatera Utara Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag (2 kiri) didampingi Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag menandatangani nota kesepahaman (MoA) dengan Rutan Kelas I Medan.
KERJA SAMA: Wakil Dekan I FSH UIN Sumatera Utara Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag (2 kiri) didampingi Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag menandatangani nota kesepahaman (MoA) dengan Rutan Kelas I Medan.

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara melaksanakan safari ramadan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, Selasa (3/3). Kegiatan penuh khidmat ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan sekaligus momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan.

Safari ramadan dipimpin Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag diwakili Wakil Rektor IV UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag. Wakil rektor bidang kerja sama dan pengembangan lembaga ini didampingi Prof. Dr. Katimin, M.Ag (wakil rektor bidang kemahasiswaan), Prof. Dr. Nurussakinah Daulay (direktur pascasarjana), Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag (wakil dekan I FSH), Dr. Irwansyah (wakil dekan III FKM), Dr. Muhammad Rifa’i (wakil dekan III FITK), Dr. Marliyah (wakil dekan III FEBI), Dr. Adi Sucipto dan Reni R. Armayani, M.E.I (sekretaris LPPM).

Safari ramadan diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) beberapa fakultas di UIN Sumatera Utara Rutan Kelas I Medan. Ini sebagai tindak lanjut kerja sama UIN Sumatera Utara bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang pendidikan, pembinaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya, Amd.IP., S.H., M.H., mengapresiasi konsistensi UIN Sumatera Utara dalam mendukung pembinaan warga binaan. Ia berharap kerja sama ini menghadirkan program pendidikan, pembinaan mental dan pendampingan yang berkelanjutan bagi para warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag menegaskan bahwa Rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Tetapi sebagai 'madrasah jiwa' ruang pembelajaran spiritual untuk kembali menemukan jati diri dan mendekat kepada Allah SWT. "Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Namun yang terbaik adalah mereka yang segera bertaubat," pesannya.

Tiga syarat utama diterimanya taubat, lanjut wakil rektor, diawali dengan adanya penyesalan yang sungguh-sungguh atas dosa yang telah dilakukan. Penyesalan ini bukan sekadar ucapan, melainkan kesadaran mendalam yang lahir dari hati.

"Kedua, segera berhenti dari perbuatan dosa tersebut dan tidak menunda-nunda. Taubat tidak bermakna jika seseorang masih terus melakukan kesalahan yang sama. Ketiga, bertekad kuat dan istiqomah untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa mendatang. Tekad ini menjadi bukti keseriusan seorang hamba dalam memperbaiki diri," sebutnya.

Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag mengingatkan bahwa hidup manusia ditentukan oleh bagaimana ia mengakhiri kehidupannya. Karena itu, momentum ramadan harus dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan amal kebaikan.

"Jangan pernah merasa bahwa hidup telah berakhir hanya karena berada di balik jeruji. Justru di sinilah kesempatan memperbaiki diri terbuka lebar. Masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan," katanya.

Melalui kegiatan ini, menurut wakil rektor, UIN Sumatera Utara menegaskan komitmen untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Ia mengatakan bahwa safari ramadan bukan sekadar agenda tahunan. Melainkan wujud nyata dakwah dan pengabdian. Menjadikan setiap ruang, bahkan di balik jeruji sebagai madrasah jiwa menuju pribadi yang lebih baik. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#UIN #rutan #safari ramadan