Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rumah Briket Ubah Sampah jadi Energi

Redaksi • Minggu, 12 Desember 2021 | 23:09 WIB
Photo
Photo

Photo
Photo
DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS
ENERGI: Rena Arifah Simbolon (tengah), pendiri Rumah Briket berhasil mengolah sampah organik menjadi briket arang sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah dan gas.




MELALUI Rumah Briket yang dipimpinnya, Rena Arifah Simbolon mampu mengubah sampah menjadi energi. Atas inovasi dan kepeduliannya, Rumah Briket menerima bantuan PLN Peduli pada saat Hari Listrik Nasional 2021 pada 27 Oktober.





Dengan bantuan ini, Rumah Briket memiliki dua tungku pengarangan. Masing-masing kapasitas drum sampah 200 kg menghasilkan 70 kg arang selama tiga jam.





Untuk pengarangan kayu 120 kg dapat menghasilkan 44 kg selama lima jam. Sedangkan pengarangan batok 150 kg dapat menghasilkan 50 kg selama 2,5 jam.





''Arang yang dihasilkan diolah menjadi briket arang sebagai energi alternatif pengganti minyak tanah dan gas,'' kata Rena di Jalan Bajak 2H Komplek ITM Harjosari II Medan Amplas, Minggu (12/12).





Disebutkan Rena, proses dilakukan dengan sistem pirolisis sehingga menghasilkan arang dan produk turunan berupa asap cair. ''Orang menyebutnya cuka kayu,'' paparnya.





Ia mengatakan bahwa bantuan PLN Peduli diterima pembina Rumah Briket ini sangat mendukung pengembangan pengolahan sampah jadi energi.





Rumah Briket, lanjut dia, konsen mengolah sampah organik menjadi bahan bakar berupa briket arang. ''PLN melihat saya sebagai orang yang peduli olah sampah jadi energi. Jadi membantu program PLN disaat 'krisis' energi karena energi fosil mau habis di tahun 2030,'' katanya.





Pengembangan energi baru terbarukan ini amat penting supaya generasi mendatang tak terjadi kesulitan energi.





''Penggunaan dana dari PLN itu antara lain untuk pelatihan-pelatihan dan edukasi kepada masyarakat dan upgrade alat tungku pembakaran untuk meningkatkan kapasitas produksi'' kata Rena yang sudah memulai kegiatan pengolahan sampah sejak tahun 2015 lalu. (dmp)


Editor : Redaksi