Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Jalur Nasional Terputus, Padangsidimpuan Lumpuh: Warga Panik Serbu SPBU dan Pasar

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Antrean warga membeli bbm di salah satu SPBU di Padangsidimpuan. (Subanta Rampang Ayu/Sumut Pos)
Antrean warga membeli bbm di salah satu SPBU di Padangsidimpuan. (Subanta Rampang Ayu/Sumut Pos)

PADANGSIDIMPUAN, Sumutpos.jawapos.com— Putusnya tiga lintas jalan nasional menuju Kota Padangsidimpuan memicu kepanikan massal dan membuat pusat pertumbuhan ekonomi strategis kawasan Pantai Barat itu nyaris lumpuh total, Kamis (27/11/2025).


Advertisement

Akses Lintas Barat dari arah Tapteng putus di Anggoli, Lintas Tengah dari arah Panyabungan terendam banjir hingga 1 meter di Aek Sijorni, dan Lintas Timur dari Tarutung amblas di Desa Marsada dekat Batu Jomba. Tiga jalur utama ini merupakan nadi distribusi logistik menuju Padangsidimpuan.

Akibatnya, distribusi BBM dari Pertamina tersendat. Stok menipis di seluruh SPBU dan harga pertalite di tingkat pengecer melonjak hingga Rp20.000–Rp25.000 per liter, naik hampir 100 persen dari harga normal.

Ribuan Kendaraan Mengular di SPBU

Advertisement

Pantauan Sumutpos.jawapos.com pada Kamis malam, beberapa SPBU baru mulai beroperasi menjelang magrib dan langsung diserbu ribuan kendaraan. Antrean mengular panjang dan pengendara rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

“Kondisi seperti ini belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka,” ujar seorang warga.

Wahyu, pengendara sepeda motor yang ditemui di SPBU Indra Angkola KM 2, Padangmatinggi, mengatakan dirinya rela mengantre panjang karena harga eceran tak masuk akal.

Advertisement

“Biarlah saya antri berjam-jam daripada beli eceran Rp25 ribu, biasanya cuma Rp12 ribu,” ungkapnya.

Warga Serbu Pasar dan Menimbun Sembako

Tidak hanya BBM, warga Padangsidimpuan juga mulai memborong kebutuhan pokok. Kekhawatiran harga akan melambung akibat terputusnya arus logistik membuat pasar dan pusat perbelanjaan dipadati warga.

Di Pasar Mahera dan Pasar Kodok, suasana penuh sesak. Pembeli memburu beras, minyak goreng, dan telur dalam jumlah besar.

“Takut nanti harga naik. Makanya saya beli beras banyak, apalagi kabarnya jalan masih putus,” ujar Rayna, salah satu pembeli di Pasar Mahera.

Kota Strategis yang Terisolasi

Sebagai pusat ekonomi kawasan Pantai Barat, Padangsidimpuan sangat bergantung pada kelancaran arus barang dari tiga jalur utama. Putusnya jalur secara bersamaan menjadi kejadian langka dan langsung berdampak besar pada kebutuhan dasar masyarakat.

Hingga malam, antrean di SPBU masih terjadi dan pasokan makanan terus diburu warga. Pemerintah diharapkan segera menurunkan langkah mitigasi agar situasi tidak semakin memburuk.(mag-8/han)

Advertisement

Artikel Terkait

Proyek Preservasi Jalan Nasional di Langkat Dilaporkan ke KPK, Lawan Institute Minta Pengawasan

Proyek Preservasi Jalan Nasional di Langkat Dilaporkan ke KPK, Lawan Institute Minta Pengawasan

Lawan Institute Sumut melaporkan proyek preservasi jalan nasional di Hinai dan Gebang, Langkat, ke KPK untuk meminta pengawasan.

Jalan Nasional di Langkat Dikeluhkan, RDP Desak Perbaikan Segera Dilanjutkan

Jalan Nasional di Langkat Dikeluhkan, RDP Desak Perbaikan Segera Dilanjutkan

RDP DPRD Langkat soroti proyek jalan nasional yang belum tuntas dan desak percepatan perbaikan demi keselamatan pengendara.

Bupati Labura Dorong Perbaikan Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Aek Merah

Bupati Labura Dorong Perbaikan Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Aek Merah

Bupati Labura usulkan perbaikan Jalan Nasional Aek Kanopan–Rantau Prapat dan pembangunan Jembatan Aek Merah ke BBPJN Sumut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer