
MEDAN, SUMUT POS- Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Sumatera Utara terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh hewan kurban guna memastikan kesehatan, kelayakan, dan keamanan bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi hingga peningkatan kapasitas petugas di lapangan.
“Kami sudah melakukan sosialisasi sekaligus peningkatan kapasitas seluruh penyuluh di tingkat kabupaten dan kota agar siap menghadapi pelaksanaan kurban tahun ini,” ujar Yusfahri saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas di seluruh daerah. Sekitar 2.500 hewan kurban menjadi fokus pemantauan yang dilakukan secara intensif.
“Petugas kami sudah dikerahkan di seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan monitoring. Kami juga memastikan setiap hewan kurban memiliki sertifikat kesehatan dan memenuhi kriteria fisik yang layak,” jelasnya.
Menurut Yusfahri, pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara kasat mata, tetapi juga mencakup deteksi kondisi kesehatan internal hewan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hewan benar-benar sehat dan aman untuk dikurbankan.
Selain itu, koordinasi lintas wilayah terus diperkuat melalui rapat-rapat konsolidasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Upaya ini dilakukan untuk menyamakan standar pengawasan serta mempercepat penanganan jika ditemukan kasus penyakit.
Terkait potensi penyakit, Yusfahri mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus signifikan yang mengkhawatirkan. Meski demikian, pihaknya tetap waspada terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Kalau ada temuan seperti PMK, langsung kami isolasi, diberikan antivirus dan obat. Hewan yang tidak sehat tentu tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan sebagai hewan kurban,” tegasnya.



