
MEDAN, SUMUT POS- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap kembali terdeteksi pada Jumat (23/10), sekira pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran asap menyelimuti sebagian wilayah Sumatera Utara bagian Selatan, Sumatera Utara bagian Timur, dan sebagian Sumatera Utara bagian Barat. Dari analisis angin, bertiup dari arah timur tenggara menuju barat laut utara. Namun, tidak terdapat sebaran titik panas (hotspot).
Demikian disampaikan Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Hendro Nugroho dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos di Medan, Jumat (23/10).
Baca Juga: 1,16 Ton Ketamin Disita dari Kapal Asing
Ia menjelaskan, pola pergerakan angin tersebut, mengindikasikan bahwa sebaran asap di wilayah Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) dan Kalimantan yang terbawa oleh pergerakan angin.
"Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," katanya.
Meskipun di Sumut kembali terjadi sebaran asap, tetapi berdasarkan pemantauan kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada dalam kategori baik sedang.
Ia menambahkan, hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi Kualanamu, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang, terpantau asap pada pagi hari sekitar pukul 07.00-11.00 dengan jarak pandang berkisar antara 1-3 Km.
"Karena itu kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap, untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan," imbaunya.
Hendro juga mengingatkan, agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap.

