
STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten Langkat mengungkapkan belasungkawa dalam peristiwa kebakaran yang melahap empat rumah di Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian. Selain mengungkapkan belasungkawa, Plt Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti juga hadir di tengah masyarakat saat memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada korban kebakaran.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran dengan perkiraan kerugian mencapai Rp800 juta. Adapun keempat rumah yang dihanguskan si jago merah masing-masing milik Ramlah (63), Bangku Malem Br Bangun (89), Sedarita Ginting, Anggota DPRD Kabupaten Langkat dan Marlina br Bangun (58).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah tersebut menyebabkan seluruh harta benda milik para korban habis terbakar. Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi perhatian penting dalam penanganan awal pascakebakaran.
Tiorita mengungkapkan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga. Dia berharap, para korban dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan untuk menghadapi cobaan, sekaligus mampu bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Langkat, saya turut prihatin atas musibah tersebut. Semoga cobaan ini bisa bersama kita lewati,” ujar Tiorita.
Sebagai respons atas musibah tersebut, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat menyalurkan bantuan berupa bahan pangan, perlengkapan tidur, kebutuhan keluarga, serta makanan siap saji. Dinas Sosial Langkat menyalurkan beras sebanyak 40 kilogram, telur empat papan, mi instan empat kotak, kasur lipat 12 buah, terpal gulung sembilan buah, makanan siap saji 30 paket, makanan anak 24 paket, kids ware 12 paket, family kit 12 paket, selimut 12 buah, dan sarung sebanyak 40 buah.
Sementara itu, BPBD Langkat memberikan bantuan berupa perlengkapan sandang delapan paket, mi instan empat kotak, matras empat buah, selimut delapan buah, dan kasur busa empat buah. Bantuan ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Mulai dari makanan hingga perlengkapan tidur dan kebutuhan keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat membantu warga menjalani masa darurat dengan lebih baik setelah kehilangan rumah dan barang-barang yang mereka miliki.
Bagi para korban, penanganan pascakebakaran tidak hanya menyangkut pemulihan tempat tinggal, tetapi juga pemenuhan kebutuhan sehari-hari agar kehidupan keluarga tetap berjalan. Karena itu, koordinasi perangkat daerah terkait menjadi penting untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan dan kondisi warga terdampak.



