Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cipayung Plus Geruduk Kantor Bupati Deliserdang, Desak APH Usut Pergeseran APBD Rp503 Miliar

J
Penulis: Johan Panjaitan❯
Massa Aliansi Cipayung Plus berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Deliserdang menutut agar, Aparat Penegak Hukum (APH) memperiksa adanya dugaan korupsi terkait pergeseran APBD senilai Rp503 miliar. (Batara/Sumut Pos)
Massa Aliansi Cipayung Plus berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Deliserdang menutut agar, Aparat Penegak Hukum (APH) memperiksa adanya dugaan korupsi terkait pergeseran APBD senilai Rp503 miliar. (Batara/Sumut Pos)

Advertisement

 

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com– Pergeseran anggaran APBD senilai Rp503 miliar di Kabupaten Deliserdang menjadi sorotan Aliansi Cipayung Plus. Ratusan mahasiswa mendatangi Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (28/10) sore, mendesak transparansi penggunaan anggaran sekaligus meminta aparat penegak hukum (APH) memeriksa kebijakan tersebut apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Aksi yang melibatkan gabungan organisasi mahasiswa itu sempat memanas. Adu argumen antara mahasiswa dan Inspektur Kabupaten Deliserdang H. Edwin Nasution memicu aksi saling dorong dengan petugas pengamanan di halaman kantor bupati.

Advertisement

Ketegangan bermula ketika jawaban Edwin terhadap orasi mahasiswa dinilai bernada tinggi. Ketua KAMMI Deliserdang Syaripudin Latif Hasibuan kemudian meminta pejabat tersebut menyampaikan penjelasan dengan nada yang lebih tenang.

“Pak Edwin yang buat nada tinggi. Kalau bapak menjawabnya dengan nada rendah, stabil, kita tidak akan terpancing, Pak,” ujar Syaripudin dari atas mobil komando.

Ia menegaskan, mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan mencari keributan. Karena itu, ia meminta semua pihak menjaga emosi agar tuntutan yang disampaikan tetap menjadi fokus aksi.

Setelah sempat terlibat adu argumen, Edwin dilerai sejumlah pegawai Pemkab Deliserdang dan dibawa masuk ke halaman kantor bupati.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., yang turun langsung ke lokasi, berupaya menenangkan massa. Ia kemudian mempersilakan Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang A. Fitrian Syukri memberikan penjelasan bahwa Bupati Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo sedang tidak berada di kantor.

Setelah situasi mereda, Edwin kembali menemui mahasiswa dan menyampaikan permintaan maaf karena sempat terpancing emosi.

Dalam kesempatan itu, ia menyebut realisasi pergeseran anggaran dari total Rp503 miliar telah mencapai Rp493.851.247.000 atau sekitar Rp493,85 miliar. Edwin juga menyatakan pergeseran tersebut tidak memerlukan persetujuan DPRD.

“Rp503 miliar itu tidak perlu persetujuan DPRD. Enggak usah dipolitik lagi. Pimpinan DPRD sudah ke Jakarta, sudah meminta klarifikasi, sudah jelas,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Rico Waas Tegaskan Pembangunan Blok Petisah Tidak Gunakan APBD, Operasional sebelum Ramadan 1448

Rico Waas Tegaskan Pembangunan Blok Petisah Tidak Gunakan APBD, Operasional sebelum Ramadan 1448

Wali kota medan menargetkan Blok Pasar Petisah akan selesai sebelum Ramadan 1448/2027. Ini akan menjadi sentral UMKM.

60 Persen PKH Medan Makmur Tahap 1 APBD 2026 Telah Disalurkan

60 Persen PKH Medan Makmur Tahap 1 APBD 2026 Telah Disalurkan

60 persen pkh medan makmur sudah disalurkan melalui Bank Sumut. Sedang di apbd 2026 akan disalurkan pada awal Desember.

DPRD Medan Dorong Pemko Siapkan Pembahasan Anggaran Vaksin Rabies di APBD 2027

DPRD Medan Dorong Pemko Siapkan Pembahasan Anggaran Vaksin Rabies di APBD 2027

DPRD Kota Medan, Johannes Haratua Hutagalung, dorong Pemko Medan untuk wujudkan Medan Bebas Rabies.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer