
BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Sungai Mencirim dan Bingai dilaporkan meluap pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Akibatnya, 706 kepala keluarga dengan 2.500 jiwa terdampak bencana banjir.
Sebelum air meluap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Selain imbauan, BPBD Kota Binjai juga siaga pasang tenda di Jalan Imam Bonjol, Binjai Kota, sebelum air meluap.
Kepala Pelaksana BPBD Binjai, Rudi Iskandar Baros mengungkapkan, kedua sungai ini meluap tidak bersamaan. "Sungai Bingai meluap dari pukul 19.30 WIB dan Sungai Mencirim meluap pada pukul 21.50 WIB," kata Rudi.
Dia mengungkapkan, masyarakat yang terdampak banjir, berdomisili pada tiga kelurahan terpisah. "Dua kelurahan di Kecamatan Binjai Selatan dan satu kelurahan di Binjai Kota," bebernya.
Rudi menguraikan, masyarakat yang bermukim di Lingkungan I dan IV, Kelurahan Rambung Timur, terdampak banjir. "Lingkungan I ada 80 kepala keluarga dengan 200 jiwa dan Lingkungan IV 125 kepala keluarga dengan 335 jiwa," urainya.
Pada Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, terdampak banjir tercatat sebanyak 9 kepala keluarga dengan 37 jiwa. "Sementara di Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota, tiga lingkungan yang terdampak, masing di lingkungan IV, V dan VI," kata Rudi
"Rinciannya di Lingkungan IV ada 150 kepala dengan 600 jiwa, Lingkungan V ada 244 kepala keluarga dengan 936 jiwa dan Lingkungan VI ada 98 kepala keluarga dengan 392 jiwa," tambahnya.
Baca Juga: Gudang Pinang di Sei Mencirim Jadi Tempat Penyimpanan Narkoba, 3 Kg Sabu dan 10.000 Ekstasi Disita
Saat banjir meluap yang menimpa tiga kelurahan ini, BPBD Binjai hadir di tengah masyarakat membantu masyarakat. Perahu karet dan kelengkapan alat lainnya dikerahkan untuk melakukan evakuasi.
"Dua sungai meluap di Binjai karena hujan deras yang mengguyur," pungkasnya.



