MEDAN, SUMUTPOS.CO - Harga Batu Sigori Lafau asal Nias ditaksir mencapai Rp15 miliiar. Batu tersebut mahal karena langka dan hanya beberapa orang saja yang memilikinya. Selain itu batu tersebut juga mengandung tiga unsur batu mulia yaitu emas, perak dan berlian.
Muhammad Fadli, salah satu pemilik batu langkah ini bercerita batu itu adalah warisan dari kakeknya yang ada di Canang. Ia sebenarnya bukan pecinta batu akik, namun karena dapat warisan dan pesan dari kakeknya, ia akhirnya menerima warisan tersebut dan menjaganya.
“Awalnya saya berkunjung ke rumah kakek saya. Lalu tak lama kemudian kakek saya itu mengeluarkan semua koleksi batu yang sudah lama disimpannya. Sambil bercerita tentang batu akik, akhirnya kakek saya memberikan batu Sigori Lafau pada saya. Kakek berpesan agar menjaga batu itu dengan baik," kata Fadli.
Selain itu kakeknya juga memperbolehkan pria yang berprofesi sebagai fotographer ini untuk menjual batu tersebut, dengan syarat sebagian uang hasil penjualan harus disumbangkan ke masjid dan diberikan ke panti asuhan. Mendengar semua syarat yg telah diberikan tersebut Fadli yang sama sekali tidak tahu menahu apa tentang batu akik, akhirnya mencari tahu di internet.
"Saya gak ngerti batu namun setelah ditunjukkan batu akik itu aku langsung cari tahu di internet. Setelah baca di internet ternyata banyak kesamaan dengan batu akik Sigori Lafau yang ramai diperbincangkan dan banyak dicari orang. Padahal saya punya tiga batu akik Sigori Lafau, ada yang bentuk gelang. Lalu dua lagi bentuk cincin. Satu cincin besar dan satu lagi cincin yang kecil, " ujarnya.
Fadli menjelaskan ketika diberi gelang tersebut, ia sempat memakai gelang tersebut selama perjalanan pulang dari Canang ke Belawan. Namun karena ia tidak begitu suka dengan batu ditambah ia mengetahui batu tersebut bernilai tinggi, ia pun segera melepaskan gelang batu itu sepuluh menit kemudian.
Kini, batu langka itu telah bersertifikat. Ia juga berencana ingin mengikutkan batu miliknya tersebut ke kontes batu akik.
Ketika ditanya soal harga, sang pemiliki ini mengatakan tidak mematokkan harga. Ia mengatakan masih tergantung pasar dan sesuai kesepakatan harga dengan pembeli. Jika ada pembeli yang membeli sesuai dengan harga pasar akan dilepas. "Saya memang ingin menjual batu ini dengan harga sangat terjangkau," jelasnya.
Masih kata Fadli, selain mengandung emas, perak dan mutiara, batu akik ini juga memiliki kelebihan lain yaitu dipakai khusus dalam ritual adat di Nias. Batu tersebut memiliki nilai filosofi tersendiri bagi Suku Nias sebagai pelindung dari yang jahat, pelindung dari gempa juga sebagai pelindung jaga badan.
Ritual lain, batu akik ini ialah dimandikan layaknya memandikan keris. Sang pemilik, Fadli mengatakan di malam tertentu harus dimandikan dalam air. Selain itu juga diberi wangi-wangian. Caranya ialah dengan mengoleskannya pada cincin tersebut dengan kapas.
Fadli menjelaskan fenomena tentang batu akik Sigori Lafau bukan hanya rumor saja tapi memang benar ada. "Batu Sigori Lafau benar-benar ada dan tidak hanya rumor. Sekarang banyak orang yang mengatakan batu mereka adalah batu Sigori Lafau tapi sebenarnya milik mereka adalah jenis badar perak. Jumlah orang yang memiliki batu Sigori Lafau hanya beberapa orang saja, " tandasnya. (win/deo) Editor : Admin-1 Sumut Pos