BINJAI, SUMUTPOS.CO - Pemerintah Kota Binjai melunaskan utang tambahan penghasilan (tamsil) guru tahun 2024. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Iwan Setiawan kepada wartawan, Rabu (16/4/2025).
"Sudah masuk ke rekening guru," kata Iwan.
Pria yang menjabat definitif sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Binjai itu menyebut, ada 528 guru sebagai penerima tamsil. "Besaran yang diterima per bulan sebesar Rp250 ribu," sambungnya.
Dia menjelaskan, pihaknya telah melunaskan utang tamsil yang terutang tahun anggaran 2024.
"Yang dibayarkan untuk 2024, 2 triwulan (6 bulan, Juli sampai dengan Desember 2024). Jumlah bersih yang diterima masing-masing ASN untuk 2 triwulan setelah potong pajak dan BPJS 1 persen sebesar Rp1.410.000," bebernya.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Binjai, Erwin Toga Purba menambahkan, persoalan utang tamsil guru sudah tuntas. Kendala itu terjadi karena sumber dana untuk tamsil guru dari APBN masuk ke rekening pemerintah kota tidak sesuai.
"Pakai uang kita penuhinya (APBD Binjai) di 2024. Sumber APBN (untuk tamsil) tapi seharusnya masuk 600 tapi masuknya 400 lebih, ya nombok," ujarnya.
"Pak sekda bilang, yauda pakai APBD kita, daripada ribut guru. Sudah dibayar tamsil, bukan sertifikasi," tambahnya.
Dia menyebut, sertifikasi itu bukan lagi pemerintah daerah yang menyalurkan. "Sertifikasi langsung kementerian yang menyalurkan ke rekening guru. Sudah diproses, semalam sudah dibayar, yang terutang karena gak semua disalurkan pusat, kita tanggulangi jadinya," tandasnya.
Meski utang tamsil guru tahun anggaran 2024 sudah beres, tapi pencairan untuk tahun 2025 pada triwulan pertama belum dibayar. Terlebih lagi, sekarang ini sudah masuk April 2025 dan pencairannya itu setiap 3 bulan sekali. (tedhan)
Editor : Redaksi