STABAT, Sumutpos.Jawapos.com- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Langkat memberi respon terkait rusaknya Jalan Karantina atau Jalan Sei Wampu di Kecamatan Tanjungpura. Kadis PUPR Langkat, Khairul Azmi menyebut, perbaikan jalan itu akan dianggarkan dalam buku P-APBD tahun anggaran 2025.
"Di P-APBD akan kita cek lagi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kita keterbatasan dana, dan kita upayakan di P-APBD," ujar Azmi, Selasa (24/6/2025).
Saat ini, kata Azmi, Dinas PUPR Langkat memberi prioritas untuk perbaikan di Desa Bubun, Tanjungpura. "Di Kecamatan Tanjungpura yang kita perioritaskan utama di Desa Bubun. Dan kalau anggaran di P-APBD banyak masuk ke PUPR, yang di Jalan Karantina itu juga termasuk kita perbaiki," kata Azmi.
Sebelumnya, Jalan Karantina, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Langkat dibiarkan rusak parah. Muncul dugaan, itu terjadi karena tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Langkat.
Buntut jalan rusak parah itu, pengendara yang melintas disebut sering terjadi hingga mengalami luka. "Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak, tidak pernah diperbaiki," ujar Ahmad.
Masyarakat juga menyebut, kondisi jalan semakin memprihatinkan ketika musim hujan. "Musim hujan sudah tergenang air di sini, seperti kubangan kerbau. Itulah kadang yang menjadi penyebab ketika warga melintas dan terjatuh saat mengendarai sepeda motor," kata Ahmad.
"Tidak tau warga mana yang masih ada aspalnya, dan mana yang sudah berlubang," sambungnya.
Hal tak jauh berbeda ketika musim kemarau tiba. Menurutnya, Jalan Karantina atau Jalan Sei Wampu dipenuhi abu.
Dia menambahkan, pengendara sepeda motor yang melintas terancam terjatuh karena jalan yang licin. "Kami memohon kepada pemerintah setempat agar segera memperbaiki jalan itu. Banyak warga yang melintas di jalan ini," ujar Ahmad.
Ahmad menambahkan, sejumlah titik di Jalan Karantina kerap digenangi air akibat drainase yang buruk. "Pekerjaan rumah pemerintah satu lagi memperbaiki drainase yang ada. Karena percuma saja kalau diperbaiki, terus digenangi air. Rusak lagi," katanya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan