Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pengaspalan Jalan Penghubung Dua Desa di Langkat Diduga Tak Sesuai Bestek

Johan Panjaitan • Minggu, 13 Juli 2025 | 12:20 WIB
Proyek aspal yang terkesan asal jadi dan diduga tidak sesuai bestek menguras anggaran Rp6,8 miliar sudah rusak kembali setelah setahun rampung.
Proyek aspal yang terkesan asal jadi dan diduga tidak sesuai bestek menguras anggaran Rp6,8 miliar sudah rusak kembali setelah setahun rampung.

STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Pembangunan infrastruktur dalam proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan dua desa di pelosok Langkat, tepatnya di Kecamatan Sei Lepan, diduga sarat perilaku koruptif, kolusi dan nepotisme. Pasalnya, pengerjaan yang diborong oleh rekanan berinisial CS pada 2023 lalu, kini sudah rusak kembali.

Informasi dirangkum, proyek pengaspalan hotmix dengan panjang sekitar 3 km dan lebar 3,5 meter itu menguras anggaran Rp6,8 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2023. Proyek itu menghubungkan dua kampung, Desa Harapan Maju sampai Desa Mekar Makmur.

Wartawan berkesempatan datang ke lokasi untuk melihat kondisi proyek yang baru rampung setahun lebih tersebut, akhir pekan kemarin. Berjalan dari Kota Stabat, hampir 2 jam waktu perjalanan yang ditempuh hingga akhirnya dapat tiba di depan Kantor Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Langkat.

Wartawan menempuh perjalanan dari Ibu Kota Langkat menuju ke lokasi proyek dengan melintas Jalan Lintas Medan-Aceh yang ditaksir jaraknya mencapai 66 kilometer. Sedikitnya 7 kecamatan yang dilalui, mulai dari Hinai, Tanjungpura, Gebang, Brandanbarat, Babalan, Sei Lepan hingga Besitang.

Setibanya di Simpang Bukit Mas, Kecamatan Besitang, wartawan belok ke kiri dengan jarak tempuh sekitar 20 kilometer. Pemandangan kanan-kiri di sepanjang jalan ini perkebunan sawit milik perusahaan swasta.

Kondisi medan juga babak belur sejak dari Simpang Bukit Mas hingga tiba di Kantor Desa Harapan Maju. Jalan yang dilalui naik-turun, tidak datar.

Belum lagi abu dari kondisi jalan yang rusak turut mewarnai perjalanan wartawan menuju lokasi proyek. Menariknya, wartawan melewati dua desa pada Kecamatan Besitang, yakni Pir ADB dan Sekoci.

Akhirnya tiba di depan Kantor Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, dan diduga awal mulai proyek jalan itu dari depan kantor desa tersebut menuju Desa Mekar Makmur.

"Ada memang kemarin pengaspalan jalan di sini, tahun 2023. Sudah rusak lagi sekarang jalannya," kata warga sekitar yang ditemui wartawan di Desa Harapan Maju.

Kondisi aspal tampak rusak dan bahkan berlubang dengan diameter besar. Selain itu, pada lapisan aspalnya juga sudah terangkat yang diduga hal tersebut karena tidak sesuai bestek.

Masyarakat setempat sudah coba menyampaikan kepada rekanan berinisial CS agar sebelum pengerjaan dilapisi batu lebih dulu sebelum disiram pasir batu untuk dimulai pengaspalan.

"Sudah kami kasih tau sebelum disiram sirtu (pasir-batu), harusnya diletak batu-batu bulat untuk menjadi dasar. Tapi mereka yang kerja proyek aspal gak mendengar omongan kami, langsung disiram sertu dan hasilnya tidak bertahan lama, jalan yang baru diperbaiki itu sudah rusak lagi," bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Langkat, Khairul Azmi belum dapat berkomentar terkait proyek pengaspalan jalan yang dikerjakan tahun 2023 itu kini sudah rusak kembali. "Saya cek terlebih dahulu," ujarnya singkat.

Aspal yang baru setahun lebih rampung dikerjakan ini sudah rusak kembali menimbulkan spekulasi dugaan perilaku koruptif. Sejatinya dengan proyek yang menguras anggaran Rp6,8 miliar itu dapat bertahan lama dan panjangnya pun diduga tidak sesuai perencanaan.

Terlebih lagi, infrastruktur yang dibangun pemerintah pada pelosok daerah sejatinya mengutamakan kualitas pengerjaan. Namun hal itu berbanding terbalik saat melihat langsung realisasinya.

Muncul dugaan, proyek pada pelosok daerah ini menjadi ajang oknum-oknum pejabat untuk memperkaya diri yang diduga dikerjakan tak sesuai bestek. Hal tersebut diduga memanfaatkan kondisi dan lokasi proyek yang jauh dari pusat kota Pemerintahan Kabupaten Langkat. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#infrastruktur #desa #Sei Lepan #pengaspalan #langkat