Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ketua DPC GAMKI Dairi Desak Polisi Bebaskan 34 Warga Parbuluan: “Mereka Bukan Kriminal, Tapi Pejuang Lingkungan”

Johan Panjaitan • Kamis, 13 November 2025 | 08:25 WIB
Ketua DPC GAMKI Kabupaten Dairi, Januar Pasaribu.(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Ketua DPC GAMKI Kabupaten Dairi, Januar Pasaribu.(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Dairi, Januar Pasaribu, mendesak Polres Dairi segera membebaskan 34 warga Parbuluan yang ditangkap saat berunjuk rasa di Mapolres Dairi, Rabu (12/11/2025).

Januar menyebut, aksi yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dan aparat yang dianggap diam atas aktivitas PT GT di wilayah mereka.

“Polisi harus segera melepaskan 34 orang yang ditangkap. Mereka bukan kriminal. Mereka adalah pejuang atas tanah leluhurnya, pejuang lingkungan, dan pejuang yang menuntut keadilan untuk rekannya yang ditahan,” tegas Januar kepada wartawan di Sidikalang, Rabu malam.

Menurut data yang diperoleh GAMKI, PT GT diduga telah merambah 600–700 hektare hutan di Parbuluan tanpa izin jelas. Aktivitas tersebut berdampak serius terhadap lingkungan — sumber air mulai mengering dan masyarakat khawatir akan ancaman banjir bandang.

Januar juga menyoroti penangkapan Pangihutan Sijabat, Ketua Kelompok Tani Pejuang Tani Bersama Alam (PETABAL), yang dilakukan tanpa dasar yang adil.

“Kenapa pihak PT GT tidak ditangkap? Mereka yang jelas-jelas merambah hutan dan mengganggu sumber air masyarakat. Sementara rakyat kecil yang mempertahankan tanahnya malah diborgol,” ujarnya.

Penangkapan Pangihutan Sijabat pada Rabu pagi memicu kemarahan warga Parbuluan. Ratusan masyarakat kemudian mendatangi Polres Dairi untuk menuntut pembebasan rekannya, namun aksi tersebut berujung ricuh.

Januar menambahkan, kerusakan hutan Parbuluan berdampak langsung pada pasokan air bersih, khususnya bagi Perumda Air Minum Lae Nciho yang selama ini menyalurkan air ke warga Sidikalang dan sekitarnya.

“Hutan Parbuluan kini gundul. Akibatnya, sumber air ke Perumda Lae Nciho sering kering. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi soal hajat hidup masyarakat luas,” ujarnya menegaskan.

GAMKI Dairi pun meminta pemerintah daerah turun tangan untuk mencari solusi atas konflik tersebut dan menegakkan keadilan lingkungan.

Sebelumnya, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan melalui Kasi Humas Ipda Ringkon Manik menjelaskan bahwa akibat kericuhan di depan Mapolres, sebanyak 33 warga diamankan. Bersama dengan Pangihutan Sijabat yang lebih dulu ditangkap, total 34 orang kini masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#GAMKI #unjukrasa #polres dairi #Kabupaten dairi