Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Disperindag ESDM Sumut Perkuat Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

Juli Rambe • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:22 WIB
Sekretaris Disperindag dan ESDM Sumut, Yosi Sukmono. (Dok: istimewa)
Sekretaris Disperindag dan ESDM Sumut, Yosi Sukmono. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Sekretaris Disperindag dan ESDM Sumut, Yosi Sukmono, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Secara month to month, satu bulan terakhir kita memang mengalami deflasi. Namun secara year on year, inflasi kita masih cukup tinggi. Ini tetap menjadi perhatian serius, apalagi berdasarkan tren lima tahun terakhir, harga-harga cenderung naik menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Yosi saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, pada awal Ramadan 2023 inflasi tercatat cukup tinggi. Sementara menjelang Ramadan tahun ini, satu bulan sebelumnya justru terjadi deflasi. Meski demikian, dalam sepekan terakhir sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga.

“Dalam seminggu terakhir memang sudah ada kenaikan di beberapa komoditas. Karena itu, kita tidak boleh lengah. Kenaikan menjelang hari besar keagamaan hampir selalu terjadi, sehingga perlu langkah antisipatif sejak dini,” jelasnya.

Yosi menegaskan, komitmen utama pemerintah provinsi adalah menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pokok. Komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, minyak goreng, gula, tomat, bawang putih, cabai merah, telur ayam, serta daging ayam.

“Kita memastikan produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar. Kalau ada kekurangan stok, akan segera kita tambah. Jika ada gangguan distribusi, akan kita perbaiki secepatnya,” tegasnya.

Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, Yosi menyebut secara umum harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara masih berada di bawah rata-rata nasional. Namun tren kenaikan tersebut tetap harus diwaspadai.

“Secara umum harga kita masih relatif lebih rendah dibanding rata-rata nasional, tetapi tren kenaikan ini tetap harus kita kendalikan agar tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat,” katanya.

Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemprov Sumut menggandeng berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, Bulog, Polda melalui Satgas Pangan, hingga Bank Indonesia.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pengendalian inflasi ini harus dilakukan secara kolaboratif. TPID, Satgas Polri, Bulog, dan Bank Indonesia secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi harga langsung ke pasar,” ujar Yosi.

Selain pemantauan langsung, pemerintah juga memanfaatkan sistem digital untuk memonitor pergerakan harga di kabupaten/kota. Pemerintah daerah diminta aktif memperbarui data harga melalui aplikasi guna memastikan respons cepat terhadap potensi gejolak.

“Kita pantau harga secara digital dan minta kabupaten/kota juga aktif melakukan hal yang sama. Dengan begitu, kita bisa cepat mengambil langkah jika terjadi lonjakan harga,” jelasnya.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan pelaku usaha, khususnya produsen dan distributor minyak goreng, untuk memastikan volume produksi dan distribusi tetap terjaga, termasuk pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO).

“Kita minta produsen dan distributor memastikan pasokan tersedia dan memenuhi kewajiban DMO. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan barang,” tegas Yosi.

Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak melakukan praktik penimbunan atau menjual barang di atas harga ketentuan.

“Kita dorong kabupaten/kota dan pelaku usaha untuk menjual sesuai harga yang ditetapkan dan tidak melakukan penimbunan. Pengawasan akan terus kita perketat,” tambahnya.

Disperindag dan ESDM Sumut turut memberikan atensi khusus pada daerah-daerah yang terdampak bencana, seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi sembako tetap berjalan meski ada kerusakan infrastruktur.

“Untuk daerah terdampak bencana, kita pastikan sembako tetap tersedia dan distribusi berjalan. Kalau ada fasilitas distribusi yang rusak, segera kita koordinasikan untuk perbaikan,” ujar Yosi.

Pemantauan lapangan juga telah dimulai, salah satunya di Pasar Simpang Limun, bersama Satgas Polri. Kegiatan ini akan diperluas ke pasar-pasar lain di Sumatera Utara.

“Kita sudah turun langsung ke pasar dan akan terus melakukan pemantauan. Tujuannya agar masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran soal ketersediaan dan harga bahan pokok,” pungkasnya.

Dengan langkah terkoordinasi dan kolaboratif tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan. (rel/san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Inflasi saat Ramadan #Disperindag ESDM Sumut