TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com– Pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebing Tinggi periode 2025–2030 berlangsung khidmat di Gedung Sawiyah, Kota Tebing Tinggi, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama yang mempererat kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
Acara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Junaidi, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tebing Tinggi, MHD David Saragih. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu Suriani, anggota Komisi Sosial Bencana MUI Kota Tebing Tinggi.
Ketua panitia, Hamdani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pengukuhan pengurus MUI Kota Tebing Tinggi dapat terlaksana berkat dukungan dana hibah dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Tebing Tinggi atas dukungan tersebut sehingga kegiatan berjalan lancar.
Baca Juga: JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Kesempatan Umrah & Holy Land
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana hibah kepada pemerintah daerah.
Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI tentang pengesahan kepengurusan MUI Kota Tebing Tinggi yang dibacakan Sekretaris Umum MUI Sumatera Utara, Ardiansyah. Selanjutnya, pembacaan SK komisi-komisi MUI Kota Tebing Tinggi dibacakan oleh Chairil Anwar Pulungan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi, Susmirawati Iman Irdian Saragih. Hadir pula Ketua MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tebing Tinggi Akhiar Nasution, unsur Forkopimda, Ketua Baznas Kota Tebing Tinggi Khuzamri Amar, serta para ulama dari berbagai organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Washliyah, dan Al Ittihadiyah.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kota Tebing Tinggi menegaskan bahwa ulama harus senantiasa berada di jalan yang lurus dalam membimbing umat. Sementara itu, Akhiar Nasution menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga persatuan serta memberikan tuntunan keagamaan kepada masyarakat.
Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak, menyampaikan bahwa MUI memiliki peran strategis dalam memberikan fatwa serta nasihat kepada pemerintah. Namun ia mengakui, tidak jarang fatwa yang disampaikan ulama belum sepenuhnya dijalankan oleh pemerintah karena berbagai pertimbangan kondisi.
Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika hubungan antara ulama dan umaroh. Ulama memiliki tugas menyampaikan nasihat dan fatwa berdasarkan nilai-nilai agama, sedangkan pemerintah menjalankan kebijakan dalam konteks pemerintahan.
Baca Juga: KALISTA Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta Percepat Transportasi Bus Listrik di Medan
Meski demikian, ia menilai sinergi antara ulama dan pemerintah di Kota Tebing Tinggi berjalan baik. Hal itu terlihat dari hubungan harmonis antara Wali Kota Iman Irdian Saragih dengan Ketua MUI Kota Tebing Tinggi, Ghazali Saragih.
“Sinergi antara ulama dan umaroh sangat penting untuk menjaga ketenteraman dan kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Iman Irdian Saragih dalam sambutan penutupnya menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus MUI Kota Tebing Tinggi yang baru saja dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat bekerja secara solid dan maksimal dalam menjalankan amanah organisasi.
Menurutnya, kolaborasi antara ulama dan pemerintah memiliki peran penting dalam membina umat dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Ke depan kita berharap berbagai persoalan umat dapat ditangani bersama. Dengan sinergi yang baik antara ulama dan pemerintah, pembangunan masyarakat dapat berjalan lebih harmonis,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan