Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Puting Beliung Terjang Pangguruan, 9 Rumah Warga Rusak dalam Sekejap

Johan Panjaitan • Kamis, 19 Maret 2026 | 21:15 WIB

Sebanyak 9 rumah warga di Dusun 1 dan 2, Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumut, rusak diterjang angin putingbeliung, Kamis (19/3/2026) sore. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Sebanyak 9 rumah warga di Dusun 1 dan 2, Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumut, rusak diterjang angin putingbeliung, Kamis (19/3/2026) sore. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Hembusan angin datang tanpa aba-aba. Dalam hitungan menit, ketenangan sore di Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi berubah menjadi kepanikan. Angin puting beliung yang menerjang pada Kamis (19/3/2026) sore merusak sembilan unit rumah warga di Dusun 1 Huta Sinaga dan Dusun 2.

Atap beterbangan, dinding roboh, dan puing berserakan menjadi pemandangan yang tersisa setelah amukan angin mereda. Meski tidak menelan korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan tergolong berat dan memukul kondisi ekonomi warga.

Camat Sumbul, Rinto Hutauruk, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa rumah-rumah yang terdampak mengalami kerusakan signifikan, terutama pada bagian atap dan dinding, yang tak mampu menahan terjangan angin kencang.

Di Dusun 1 Huta Sinaga, rumah milik Tiaman Banjarnahor, Wastina Sinaga, Dikson Situmorang, dan Esko Situmorang menjadi yang paling terdampak. Sementara di Dusun 2, kerusakan dialami oleh rumah Yaso Daci, Budi Utomo, Tanjung Nababan, Juprianto Ginting, serta Septa S. Depari.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup besar,” ujar Rinto.

Sebagai respons awal, pemerintah kecamatan telah menyalurkan bantuan darurat berupa mie instan dan telur melalui pemerintah desa untuk meringankan beban para korban. Meski sederhana, bantuan tersebut menjadi penopang sementara bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman cuaca ekstrem dapat datang kapan saja. Di tengah ketidakpastian alam, solidaritas dan respons cepat menjadi kunci untuk memulihkan keadaan—setidaknya, hingga rumah-rumah yang rusak kembali berdiri.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sumbul #rumah #angin puting beliung