Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Vietnam Jadi Idola para Wisatawan, Thailand Ketar Ketir

Juli Rambe • Senin, 26 Januari 2026 | 22:51 WIB
solo traveling diprediksi akan menjadi tren wisata pada 2026.(freepik.com)
solo traveling diprediksi akan menjadi tren wisata pada 2026.(freepik.com)

 

SUMUT POS- Industri pariwisata Vietnam terus mencuri perhatian dunia. Setelah salah satu daerah menjadi tujuan wisata nomor satu dunia, kini tiket pemesanan ke Vietnam terus menanjak. 

Hal ini membuat negara tetangganya, Thailand menjadi ketar ketir, karena berisiko kehilangan posisi strategisnya sebagai salah satu pemimpin pariwisata di Asia-Pasifik. 

Melansir Thaiger, Senin (26/1/2026), peta persaingan berubah cepat, data terbaru menunjukkan kunjungan wisatawan internasional ke Thailand justru turun 7,2% pada 2025. Sebaliknya, Vietnam melesat dengan pertumbuhan mencapai 20,4%.

Lonjakan tersebut tidak lepas dari kemampuan Vietnam membaca pergeseran tren perjalanan wisatawan asal China, memperluas konektivitas, serta menggenjot pembangunan infrastruktur secara agresif. Kesenjangan itu pun diprediksi akan semakin melebar ke depan.

Vietnam saat ini tengah menyiapkan strategi jangka panjang untuk merebut pangsa pasar pariwisata regional dan global. Rencana ambisius tersebut mencakup pembangunan 12 bandara baru, pengembangan jaringan kereta api cepat, hingga deretan proyek hotel berskala besar di berbagai wilayah.

Direktur Pelaksana C9 Hotelworks, Bill Barnett, menilai sektor pariwisata Thailand sedang memasuki fase penentuan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi kini tidak bisa lagi diselesaikan dengan mengandalkan kejayaan masa lalu.

"Industri pariwisata Thailand berada di titik kritis, di mana strategi lebih penting daripada skala. Ini bukan lagi fase pemulihan; ini adalah saatnya perhitungan. Para pesaing regional berinvestasi miliaran, dan Thailand tidak dapat mengandalkan kesuksesan masa lalu. Pilihan yang dibuat sekarang akan menentukan dekade berikutnya," ujar Barnett.

Meski demikian, para pelaku industri perhotelan dan investasi masih menaruh optimisme terhadap daya tarik Thailand sebagai destinasi wisata dan tempat tinggal. Thailand dinilai tetap memiliki pesona yang kuat, namun membutuhkan dorongan kewirausahaan baru untuk menghadirkan produk, pengalaman, dan destinasi segar yang mampu menarik wisatawan global.

Dengan tantangan yang semakin kompleks, masa depan pariwisata Thailand kini sangat ditentukan oleh keberanian mengambil langkah strategis dan inovatif. Adaptasi menjadi kunci agar Thailand tetap relevan dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan pariwisata kawasan. (bbs/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Travelling ke Vietnam #Wisata vietnam #Wisata Thailand menurun #Wisata Asia Pasific