sumutpos.jawapos.com – Fenomena iklim global kembali menjadi sorotan. Para peneliti memperingatkan potensi kemunculan El Niño dengan intensitas sangat kuat yang dijuluki “Godzilla El Niño” pada sekitar Agustus 2026.
Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (19/3/2026), istilah tersebut merujuk pada kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Peningkatan suhu ini menjadi sinyal awal terbentuknya El Niño, fenomena yang dikenal mampu mengganggu pola iklim global.
Jika intensitasnya benar-benar mencapai kategori ekstrem atau “Godzilla”, dampaknya diperkirakan jauh lebih besar dibanding El Niño biasa. Para ahli menyebut kondisi ini bisa memicu perubahan cuaca drastis di berbagai belahan dunia.
Bagi Indonesia, ancaman utama yang perlu diwaspadai adalah musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Tidak hanya itu, dampak lanjutan juga bisa dirasakan di sektor pertanian. Perubahan pola hujan yang tidak menentu dapat mengganggu masa tanam dan panen, sehingga berpengaruh terhadap produksi pangan nasional.
Fenomena ini juga berpotensi memicu cuaca ekstrem secara global, seperti gelombang panas berkepanjangan di sejumlah wilayah. Hal ini tentu akan berdampak pada stabilitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Para peneliti mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Upaya mitigasi seperti pengelolaan air yang lebih baik, antisipasi kebakaran hutan, serta penyesuaian pola tanam dinilai penting untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.
Dengan potensi risiko yang cukup besar, kesiapsiagaan menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi kemungkinan terburuk dari fenomena “Godzilla El Niño” ini.(lin)
Editor : Redaksi