Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kontroversi Komunitas Lari Bali yang Diduga Eksklusif WNA, Kritik Mengalir hingga dari Ekspatriat

R
Penulis: Redaksi❯
Komunitas lari di Bali viral setelah muncul dugaan bahwa event yang mereka gelar hanya membuka pendaftaran bagi warga negara asing (WNA).(Instagram @cretivox)
Komunitas lari di Bali viral setelah muncul dugaan bahwa event yang mereka gelar hanya membuka pendaftaran bagi warga negara asing (WNA).(Instagram @cretivox)

Advertisement

 

sumutpos.jawapos.com - Sebuah komunitas lari di Bali tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa event yang mereka gelar hanya membuka pendaftaran bagi warga negara asing (WNA). Isu tersebut memicu perdebatan publik mengenai keterbukaan komunitas, penggunaan ruang publik, serta hubungan antara warga lokal dan pendatang.

Melansir Instagram @cretivox, Selasa (28/7/2026), dugaan praktik eksklusif itu menuai reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah masyarakat menilai kebijakan yang membatasi peserta berdasarkan kewarganegaraan dapat menciptakan kesan diskriminasi terhadap warga Indonesia di negaranya sendiri.

Advertisement

Tidak hanya warga lokal, kritik juga datang dari sejumlah ekspatriat yang tinggal di Bali. Mereka menilai tindakan semacam itu justru dapat memperburuk citra warga asing yang selama ini hidup dan beraktivitas di Indonesia.

Content creator Josh Berlari dan running coach Jack Ahearn menjadi dua figur yang ikut menyuarakan pandangan terkait polemik tersebut. Mereka menilai komunitas olahraga seharusnya menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun tanpa membedakan latar belakang, termasuk asal negara.

Advertisement

Menurut mereka, keberadaan komunitas internasional di Bali seharusnya mampu membangun hubungan positif dengan masyarakat lokal, bukan menciptakan jarak sosial antara WNA dan WNI.

Kontroversi ini kemudian berkembang hingga masuk ke ranah laporan resmi. Pihak pelapor disebut telah menyampaikan laporan kepada Imigrasi Bali, Kantor Imigrasi Ngurah Rai, serta Polda Bali.

Dalam laporan tersebut, pelapor meminta agar aspek legalitas kegiatan serta izin tinggal sejumlah anggota komunitas yang terlibat ikut diperiksa. Mereka juga mempertanyakan apakah aktivitas tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku bagi warga asing di Indonesia.

Selain isu keimigrasian, laporan itu menyoroti dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap WNI yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.

Polemik komunitas lari tersebut turut ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menjaga hubungan antara komunitas asing dan masyarakat lokal.

Advertisement

Artikel Terkait

Rico Waas Tegaskan Komunitas Lari di Stadion Teladan Tidak Ada Izin dari Pemko Medan

Rico Waas Tegaskan Komunitas Lari di Stadion Teladan Tidak Ada Izin dari Pemko Medan

Pemko Medan tegaskan komunitas lari tidak memiliki izin untuk menggunakan stadion teladan. Akan dipanggil pihak terkait.

57 Tersangka Narkoba Ditangkap di Deliserdang, Polisi Sita 23 Kg Sabu dan 23 Kg Ganja

57 Tersangka Narkoba Ditangkap di Deliserdang, Polisi Sita 23 Kg Sabu dan 23 Kg Ganja

Polresta Deliserdang menangkap 57 tersangka narkoba, termasuk WNA Malaysia, serta menyita 23 kg sabu, 23 kg ganja, dan 42 butir ekstasi.

Menikah dengan WNA Jadi Faktor Utama WNI Lepas Kewarganegaraan

Menikah dengan WNA Jadi Faktor Utama WNI Lepas Kewarganegaraan

Menteri P2MI Mukhtarudin menyebut pernikahan dengan WNA menjadi faktor utama WNI melepas kewarganegaraan, bukan karena sulitnya cari kerja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer