SUMUTPOS.CO-Seperti yang diketahui, pengacara menjadi salah satu profesi yang memiliki penghasilan yang besar. Terlebih lagi jika mereka memiliki jam terbang tinggi, semakin banyak kasus rumit yang pernah ditangani maka semakin mahal pula tarifnya.
Hal ini juga sejalan dengan risiko yang dihadapinya. Tentu tidak sembarang orang bisa menekuni profesi ini. Terkhusus saat ini, siapa sangka ternyata banyak orang-orang berdarah Batak menjadi pengacara terkenal.
Beberapa nama pengacara ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda, dan terkaya di Indonesia:
1. Hotman Paris Hutapea
Siapa yang tak kenal dengan pengacara yang nyentrik ini? Dari berbagai sumber yang dihimpun, kekayaannya sampai Rp4,5 triliun. Hotman Paris juga tak segan-segan memamerkan hartannya dan kehidupan pribadinya melalui instagram pribadinya @hotmanparisofficial.
Karena kemampuannya dalam menangani kasus, Hotman Paris setiap beracara mendapat bayaran Rp1,3 miliar. Bahkan pengacara yang dikenal "Raja Pailit" ini dijuluki Pengacara Rp30 miliar.
Walaupun kaya dan terkesan seperti ‘tukang pamer’ tapi Hotman Paris juga merupakan sosok yang suka menolong sesama, dia tidak segan-segan menjadi seorang pengacara untuk sebuah kasus yang menjerat orang-orang kelas ekonomi kebawah yang tidak punya uang untuk mendapatkan perlindungan hukum.
Pengacara kelahiran Laguboti tahun 1959 ini juga memiliki beberapa ruko di Jakarta, hotel, villa dan beberapa koleksi mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, Cadillac Escalade, Bentley, dan Audi yang per unitnya dibandrol miliaran rupiah.
2. Otto Hasibuan
Pengacara terkaya di Indonesia yaitu Otto Hasibuan. Kabarnya, Otto pernah mendapatkan bayaran Rp37 miliar untuk menangani kasus Djoko Tjandra dalam kasus Bank Bali.
Selain itu, namanya juga semakin melambung kala ia menjadi penasihat hukum untuk terdakwa Jessica Kumala Wongso pada kasus pembunuhan Mirna Salihin. Sebuah kasus pembunuhan yang viral karena menggunakan kopi sianida.
Otto Hasibuan pernah menjabat sebagai ketua umum DPP Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) selama dua periode, yakni 2003-2007 dan 2007-2012. Selain itu, dia juga pernah menjadi ketua umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2005-2015.
Pada Oktober 2014, Otto mendapat gelar profesor kehormatan dari Universitas Jayabaya atas jasanya menegakkan hukum dan keadilan selama 32 tahun menjadi advokat. Tahun 2017, dia juga pernah menjadi kuasa hukum eks Ketua DPR Setya Novanto atas dugaan korupsi e-KTP.
3. Hotma Sitompul
Hotma juga tidak kalah hebat namanya di dunia hukum Indonesia. Pengacara
yang juga Ayah kandung dari mantan vokalis band, Bam Samson ini pernah mendapat bayaran Rp3 miliar atas untuk menangani kasus di Kementerian Sosial.
Saudara kandung dari pengacara sekaligus politikus ternama Ruhut Sitompul juga menhadi pengacara paling kontroversial di Indonesia dengan bayaran tinggi.
Meski sudah sukses dan kaya, Hotma tetap membuka lembaga sosial bersama putrinya dimana orang yang berada pada ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan konsultasi dan perlindungan hukum secara gratis yaitu Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron. Demi membiayai dana operasional dari lembaga ini Hotma pun pernah menjual beberapa koleksi mobil mewahnya agar lembaga ini tetap berjalan lancar.
4. Ruhut Sitompul
Pengacara, politisi, dan actor ini juga mendapat bayaran tinggi untuk penanganan kasus yang ia tangani.
Mereka dikenal karena kemampuan dan pengalaman dalam menangani kasus-kasus besar dan kompleks. Namun, perlu diingat bahwa kekayaan dan bayaran pengacara dapat berbeda-beda tergantung pada kasus dan klien.(bbs/han)
Editor : Johan Panjaitan