Ribuan calon penumpang Lion Air di terminal 3 bandara Soekarno-Hatta Tangerang telantar berhari-hari. Jumat (20/2/2015) kemarin, bahkan ada yang mengamuk meminta kejelasan pihak maskpai. Pihak Lion air terpaksa mengembalikan uang tiket calon penumpang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO - Masalah maskapai Lion Air bak tak berhenti. Setelah di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bermasalah, di Kualanamu Internasional Airport (KNIA) penerbangannya juga kacau. Seorang pilot Lion Air malah masih tidur saat calon penumpang menumpuk untuk diterbangkan ke Padang.
Ya, Jumat (20/2) pagi kemarin, Lion Air (JT 213) rute penerbangan Medan-Padang akhirnya ditunda selama 7 jam. Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah II KNIA, M Nasir Usman mengatakan, tujuan penerbangan ke Padang ini tertunda karena pilot yang membawa pesawat Lion Air baru landing dari Jakarta sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Sehingga, pilot pesawat Lion Air tersebut tak cukup waktu istirahatnya.
Jika diterbangkan, tegas Nasir, akan berdampak kepada terganggunya penerbangan. "Sesuai SOP mereka rest hour (waktu istirahat) itu 8 jam. Hari ini 1 lagi yang di Padang. Saya ngecek sendiri tadi (kemarin, Red) pagi, pilotnya masih tidur," ungkap dia kepada wartawan.
Dari jadwal yang tertera di bagian informasi lantai 2 KNIA, Lion Air (JT 213) tujuan Padang dijadwalkan terbang pukul 06.00 WIB. Namun, mengalami penundaan (delay) hingga pukul 13.00 WIB.
Selain itu, ada 3 penerbangan Lion Air dari KNIA juga terpaksa dibatalkan. Di antaranya, Lion Air (JT 198) tujuan Banda Aceh berangkat pukul 11.10 WIB, Wings Air (IW 1249) tujuan Gunungsitoli terbang pukul 11.05 WIB, dan Lion Air (JT 302) tujuan Jakarta terbang pukul 11.10 WIB.
Nasir menegaskan pilot yang akan membawa penumpang ke Padang itu, seharusnya mendarat dari Jakarta di KNIA pukul 22.00 WIB. "Kompensasi sudah ditangani oleh pihak maskapai. Jumlah penumpangnya, belum tahu. Ada seratusan ke Padang," bebernya.
Selain 3 penerbangan delay, sebanyak 13 penerbangan Lion Air di KNIA juga dinyatakan batal hingga Jumat (20/2) malam.
Informasi dihimpun, 13 penerbangan Lion Air yang dibatalkan itu didominasi penerbangan dalam negeri (domestik). Di antaranya, 8 penerbangan tujuan Jakarta, 1 penerbangan tujuan Banda Aceh, 1 penerbangan tujuan Surabaya dan 1 penerbangan tujuan internasional yakni Penang. Sedangkan, 3 penerbangan yang dinyatakan tertunda keberangkatannya. Yakni 2 penerbangan tujuan Jakarta dan 1 penerbangan tujuan Padang.
Ketika dikonfirmasi, Asisten Manager Lion Air di KNIA, Effendi enggan berkomentar panjang. Pun demikian, Effendi sebut ada penerbangan yang batal tanpa merincikan alasannya. "Saya sedang sibuk melayani penumpang, sudah dulu ya, lagi sibuk," ucapnya singkat.
Plh Manager Airport Service KNIA, Mardiono membenarkan adanya penerbangan Lion Air yang dibatalkan. Ketika disinggung penyebab penerbangan tersebut dibatalkan, dari keterangan maskapai Lion Air, hal itu disebabkan oleh masalah teknis dari pihak maskapai.
"Berdasarkan keterangan maskapai Lion Air penerbangan dibatalkan alasan operasional," sebutnya.
Seorang jurnalis menunjuk display jadwal penerbangan Lion Air yang dibatalkan tujuan Surabaya dan Jakarta di Public Area Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Jalan Marsma R Iswahyudi, Balikpapan, Kamis (19/2). ). Puluhan penumpang sangat kecewa karena penerbangan ke sejumlah daerah di Indonesia tertunda berjam-jam bahkan harus dibatalkan.
BUKAN SEKADAR MASALAH TEKNIS
Insiden penundaan dan pembatalan Lion Air ternyata membuka dugaan-dugaan yang lebih lanjut. Maskapai Low Cost Carrier (LCC) Indonesia yang sempat digadang-gadang paling sukses itu terindikasi mempunyai segudang masalah. Mulai dari beban utang, track record yang buruk, hingga perlakuan ke pegawai yang tak selayaknya. Tapi, kasus yang dialami oleh Lion Air bukan menjadi yang pertama.
Meski menegaskan bahwa penundaan saat ini merupakan kesalahan teknis, tak bisa dipungkiri bahwa citra Lion Air bakal terus menurun. Pasalnya, perusahaan yang dibentuk 1999 itu sudah mengalami beberapa permasalahan. Pada 2013, terdapat kejadian tertundanya 55 penerbangan yang ada karena ada permasalahan dengan pegawai ground handling di Bali.
Selain permasalahan delay, maskapai milik Rusdi Kirana itu pun sudah mengalami puluhan permasalahan teknis. Kebanyakan kasus kecelakaan tersebut adalah tergelincirnya pesawat saat memasuki landasan. Tahun lalu pun, pesawat Lion Air sempat mengalami kecelakaan saat mendarat Bandara Ngurah Rai dan menyebabkan dua penumpang terluka.
Namun, baru satu kecelakaan dari maskapai tersebut yang menyebabkan korban tewas. Yakni, insiden tergelincirnya di Bandara Adisumarmo, Solo, yang menewaskan 26 orang penumpang. Karena track record tersebut, Skytrax, lembaga pemeringkat industri penerbangan, memberikan berikan Lion Air rating dua bintang. Dalam laporan tersebut, Skytrax memberikan penilaian paling rendah dalam penanganan penundaan dan pembatalan terbang dengan 1,5 bintang dari skala lima.
Penilaian tersebut juga didukung oleh FlightStats, lembaga informasi soal kinerja OTP maskapai. Dari 20 rute paling aktif selama satu tahun terakhir, OTP Lion Air dinilai hanya mencapai 69 persen. Hal tersebut dengan rata-rata delay 30 menit di setiap penerbangan.
Sebenarnya, terdapat beberapa maskapai yang mengalami kasus yang serupa baik di luar maupun dalam negeri. Contoh saja, BUMN Penerbangan Merpati. Dengan on time performance (OTP) sebesar 70,46 persen, Merpati sering mendapatkan keluhan. Belum lagi, hutang yang menggunung Rp 15 T membuat perusahaan tak bisa memperhatikan kesejahteraan pegawai.
Pada puncaknya, sekitar kelompok pilot Merpati pun sempat beberapa melakukan aksi mogok, hal tersebut akhirnya menjadi alasan Merpati membatalkan penerbangannya. Saat ini, Merpati pun menjadi mayat hidup yang tak bisa beroperasi. "Kami minta ke kementerian perhubungan untuk memperpanjang izin penerbangan. Sebab, saat ini kami sedag konsentrasi untuk membayar gaji karyawan," terang Menteri BUMN Rini Soemarno beberapa waktu lalu.
Bukan hanya merpati, kejadian serupa pun pernah menimpa ke Spirit Airlines. Maskapai yang mengubah konsep menjadi LCC pada 2010 itu sempat mengalami insiden besar terkait pembicaraan gaji pilot. Pada 12 Januari 2010 pun, maskapai tersebut terpaksa membatalkan penerbangan semua jurusan karena mogok kerja. (Teddy Akbar/bil/jpnn/rbb)
Editor : Admin-1 Sumut Pos