Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

KPPU Masih Temukan Harga Bawang Putih Meroket di Pasar

Admin SP • Senin, 20 Mei 2024 | 16:32 WIB
PANTAU: Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, saat melakukan pemantauan harga bawang putih.(dok KPPU)
PANTAU: Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, saat melakukan pemantauan harga bawang putih.(dok KPPU)


MEDAN, SUMUTPOS.CO - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dalam intensif pengawasan, masih menemukan harga bawang putih meroket tajam. Dimana harga bawang putih per kilogramnya sebesar Rp35 ribu hingga Rp38 ribu.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas, berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan harga bawang putih langsung bersama stekholder terkait, dengan turun melakukan pengecekan harga di Pasar Petisah, Kota Medan dan Pasar Raya MMTC, Kabupaten Deliserdang, Minggu (19/5/2024).

Berdasarkan data harga bawang putih di dua Pasar tradisional tersebut, hasil pemantauan langsung KPPU di Pasar MMTC per kilogramnya dijual dengan harga Rp35.000-Rp36.000.

Kemudian, bila membeli 1 karung goni dengan berat 20 kilogram, akan dihargai bervariasi dari Rp32.000 hingga Rp34.000. Sedangkan di Pasar Petisah, harga per kilonya Rp38.000 hingga Rp42.000.

Menyikapi harga bawang tersebut, secara tegas Ridho mengatakan komiditas pangan itu tergolong mahal. Dimana, harga normal di Pasar MMTC itu sebesar Rp25.000 per kilogram. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Bapanas untuk bawang putih di harga Rp32.000.

"Tingginya (harga) bawang putih menyebabkan menurunnya penjualan. Jika kondisi normal dapat menjual 10 karung per hari. Saat ini hanya sekitar 5 karung," sebut Ridho, dalam keterangannya, Senin (20/5/2024).

Dengan meroketnya harga tersebut, pihak KPPU memastikan untuk pasokan bawang putih aman ditingkat pedagang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas kebutuhan pokok itu.

“Pedagang memastikan pasokan aman, mereka mendapatkan pasokan dari distributor, yang selalu keliling mengantar ke pedagang dengan sistem titip. Setelah laku baru dibayar," jelas Ridho.

Ridho pun mendengar curhatan pedagang yang mengaku penjualan bawang putih sepi. Selain karena faktor tingginya harga juga dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini terjadi tidak hanya pada komoditi bawang putih, untuk daging sapi dan daging ayam juga terjadi penurunan penjualan.

Ridho mengungkapkan pihaknya akan terus menelusuri menelusuri rantai distribusi bawang putih di Sumut.

”Rencana kami bersama dengan Satgas Pangan Polda Sumut dan Disperindag akan segera melakukan pengecekan ke gudang distributor atau importir untuk mengetahui apakah memang ada keterbatasan suplai dari importir atau justru terdapat penimbunan di gudang,” tandas Ridho.(gus/han)

Editor : Redaksi
#kppu #bawang putih