SURABAYA, Sumutpos.Jawapos.com– Bursa kripto, CFX, telah mengurangi 291 aset kripto yang masuk daftar resminya. Pasar menganggap langkah ini sebagai sinyal positif karena 1.153 aset kripto yang tersisa benar-benar aman bagi para investornya.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, pengurangan jumlah aset kripto yang sah diperdagangkan pastinya melalui proses evaluasi yang ketat dan menyeluruh. Dia menyebut bahwa keputusan CFX merupakan bagian dari komitmen regulator dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen.
Dengan cara ini, CFX telah memastikan hanya aset yang kredibel yang masuk di bursa. Apalagi, pengetatan standar token kripto tersebut memperhatikan perlindungan konsumen melalui beberapa kriteria. Seperti representasi nilai digital, penggunaan distributed ledger technology (DLT) yang dapat diakses publik, adanya utilitas atau dukungan aset, transparansi kepemilikan dan transaksi, serta penilaian berbasis metodologi yang telah ditetapkan.
”Dengan masuknya aset-aset baru yang lebih relevan dan diminati pasar, potensi volume transaksi kripto domestik bisa meningkat secara signifikan. Hal ini tentu akan mendukung pertumbuhan industri secara keseluruhan, dari sisi investor, developer, hingga pelaku bisnis kripto,” jelasnya.
Calvin menjelaskan setelah dievaluasi, dari 291 token yang dikeluarkan dari daftar legal, tidak satu pun sedang diperdagangkan di Tokocrypto. Tokocrypto juga langsung mengambil langkah aktif dengan menambahkan 11 token baru yang kini resmi terdaftar dalam whitelist CFX. Beberapa di antaranya adalah World Liberty Financial USD (USD1), Maple Finance (SYRUP), Nexpace (NXPC), dan Haedal Protocol (HAEDAL). (bil/gal/jpg)
Editor : Johan Panjaitan