MEDAN, SUMUT POS- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyoroti kinerja Bank Sumut, khususnya terkait tingginya rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Menurutnya, angka BOPO Bank Sumut masih berada di kisaran 70–80 persen, bahkan untuk Bank Sumut Syariah mencapai di atas 90 persen.
“Ini yang saya minta, tolong angka BOPO-nya diturunkan. Selain ada angka-angka yang perlu dinaikkan, ada juga yang harus diturunkan, seperti NPL (Non Performing Loan) dan BOPO,” ujar Bobby saat memberikan arahan dalam Konferensi Pers bersama jajaran Direksi Bank Sumut, Kamis (30/10/2025).
Bobby juga menyinggung soal kebijakan pemberian bonus atau tantiem bagi pimpinan BUMD. Menurutnya, apabila rasio BOPO tidak berhasil ditekan, pemberian bonus tinggi di BUMD perlu dievaluasi.
“Kalau Bapak Presiden kemarin menyampaikan akan dihapuskan tantiem, kita juga akan pikirkan hal itu. Kalau BOPO tidak bisa kita turunkan, bonus-bonus yang terlalu tinggi juga harus dievaluasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bobby mengatakan dirinya telah memberikan “PR” kepada manajemen Bank Sumut untuk menekan angka BOPO dan memperbaiki kinerja keuangan agar dapat meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada kesempatan itu, Bobby juga menegaskan kembali rencana Pemprov Sumut untuk mendorong Bank Sumut naik kelas menjadi Bank Buku II (KBMI 2).
“Saat ini kita masih di kelas Buku I. Untuk naik kelas, syaratnya harus ada penguatan permodalan. Pada RUPS pertama saya menjadi gubernur, sudah direncanakan akan ada private placement agar modal bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Dengan peningkatan modal, Bank Sumut diharapkan mampu mengelola dana yang lebih besar dan memperluas ekspansi bisnisnya.
“Kalau naik ke Buku II, dana yang bisa dikelola bisa jauh lebih besar, termasuk potensi mengelola dana haji yang selama ini masih dikelola Bank Himbara,” ungkap Bobby.
Ia juga mengakui bahwa saat ini Bank Sumut masih kalah bersaing dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain, seperti Bank Aceh, dalam hal inovasi produk maupun ekspansi pasar.
“Ekspansi pasar jangan hanya di situ-situ saja. Harus membuka market baru dan mengembangkan produk unggulan,” katanya.
Bobby menambahkan, perbaikan kinerja Bank Sumut akan berdampak langsung pada peningkatan PAD Provinsi Sumatera Utara. Tahun 2025, Bank Sumut ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp289 miliar, dan angka tersebut harus meningkat pada tahun berikutnya.
“Kalau tidak bisa menyentuh angka 300 miliar, tentu akan ada evaluasi terhadap jajaran direksi,” tegasnya.
Bobby memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memberikan dukungan penuh agar Bank Sumut dapat memperbaiki kinerja, memperluas ekspansi, dan meningkatkan kontribusinya bagi daerah.
“Pemprov akan terus mensupport agar kinerja Bank Sumut semakin baik dan bisa memberikan PAD yang lebih tinggi bagi Sumatera Utara,” pungkasnya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe