SUMUT POS- Mata uang sebuah negara mencerminkan kondisi ekonomi, stabilitas politik, dan kepercayaan pasar internasional. Ada negara-negara yang mata uangnya sangat kuat, namun tak kalah menarik adalah negara-negara yang memiliki mata uang dengan nilai sangat rendah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) atau mata uang global lainnya.
Nilai tukar yang rendah tidak selalu buruk, terkadang mencerminkan strategi ekonomi tertentu. Namun dalam banyak kasus, hal ini disebabkan oleh tantangan ekonomi seperti hiperinflasi, sanksi internasional, dan ketidakstabilan politik.
Berikut adalah 10 negara dengan mata uang terendah di dunia dibandingkan USD, dilansir dari Instagram @pembasmii.kehaluan, Jumat (16/1/2026):
1. Iran – Iranian Rial (IRR)
Mata uang paling rendah nilainya di dunia berasal dari Iran. Rial telah melemah selama bertahun-tahun akibat sanksi ekonomi, inflasi tinggi, dan ketidakpastian politik domestik serta geopolitik yang berkepanjangan. Nilai tukar bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu per dolar AS di pasar bebas.
2. Vietnam – Vietnamese Dong (VND)
Dong Vietnam memiliki denominasi yang sangat besar terhadap USD, berarti jumlah angka di setiap transaksi sangat tinggi. Faktor sejarah transisi ekonomi dan kebijakan moneter mempengaruhi rendahnya nilai tukar ini.
3. Sierra Leone – Sierra Leonean Leone (SLL)
Leone mengalami tekanan nilai yang tajam akibat konflik internal, tingkat kemiskinan tinggi, dan kurangnya investasi asing yang signifikan, sehingga membuat nilainya tergolong sangat rendah di pasar global.
4. Laos – Lao Kip (LAK)
Sebagai ekonomi kecil di Asia Tenggara, Laos menghadapi tantangan struktural dan perdagangan yang menyebabkan nilai kup (kip) tetap rendah terhadap USD.
5. Indonesia – Rupiah (IDR)
Rupiah Indonesia termasuk salah satu mata uang yang bernilai rendah terhadap dolar. Nilai tukarnya sering dipengaruhi oleh jumlah perdagangan internasional, cadangan devisa, dan pergerakan modal asing. Walaupun demikian, Indonesia tetap dikategorikan sebagai negara dengan perekonomian besar di ASEAN.
6. Uzbekistan – Uzbekistani Som (UZS)
Uzbekistan masih dalam proses reformasi ekonomi setelah era terpusat sebelumnya. Meski cadangan devisanya meningkat, nilai som relatif rendah dibandingkan mata uang global utama.
7. Guinea – Guinean Franc (GNF)
Guinea merupakan negara dengan sumber daya alam yang kaya, tetapi kurangnya infrastruktur dan ketidakstabilan politik sering menekan nilai franc Guinea.
8. Paraguay – Paraguayan Guarani (PYG)
Guarani Paraguay cenderung rendah di pasar dunia, sebagian karena skala ekonominya yang relatif kecil dan ketergantungan pada sektor tertentu seperti agrikultur.
9. Uganda – Ugandan Shilling (UGX)
Shilling Uganda telah lama mencatat nilai rendah terhadap dolar akibat tekanan inflasi dan keterbatasan ekonomi domestik.
10. Kamboja – Cambodian Riel (KHR)
Riel Kamboja tetap berada di daftar mata uang terendah karena banyak transaksi besar di negara ini dilakukan menggunakan dolar AS, sehingga riel jarang dipakai untuk perdagangan internasional.
Mata uang terendah di dunia memberikan gambaran dinamika ekonomi global yang kompleks. Bukan sekadar angka tetapi mencerminkan kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan hubungan internasional suatu negara.
Meski tampak “murah”, mata uang rendah bisa menjadi tantangan sekaligus peluang dalam perdagangan dan investasi jika dikelola dengan baik. (lin/ram)
Editor : Juli Rambe