Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Indosat Renovasi Musala yang Jadi Tempat Pengungsian di Aceh Tamiang

Juli Rambe • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:00 WIB

LIHAT: VP–Head of Region Northern Sumatera Indosat, Anjar Budi Kurniawan saat melihat anak- anak mengaji di Musala Al Ikhlas Aceh Tamiang. Musala ini direnovasi Indosat. (Dok: Indosat)
LIHAT: VP–Head of Region Northern Sumatera Indosat, Anjar Budi Kurniawan saat melihat anak- anak mengaji di Musala Al Ikhlas Aceh Tamiang. Musala ini direnovasi Indosat. (Dok: Indosat)

 

ACEH TAMIANG, SUMUT POS– Saat bencana banjir bandang dan longsor melanda Aceh Tamiang, warga memilih daerah tertinggi untuk menyelamatkan diri dan keluarga.

Salah satunya adalah Musala Al Ikhlas di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Posisi musala yang tinggi membuat warga mengungsi.

Imam Musala Al Ikhlas sekaligus Imam Dusun, Jasmani, mengatakan setidaknya ada 15 kepala keluarga yang memilih mengungsi di musala ini. 

"Semua panik dan ketakutan. Jadi berlindung di musala selama beberapa hari," ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Sebelum renovasi, cat musala sudah mulai pudar. Bahkan, beberapa fasilitas mulai rusak. Tetapi, Indosat menawarkan renovasi yang memberikan dampak pada masyarakat.

“Dulu musala ini terlihat redup karena dindingnya belum dicat. Sekarang sudah terang dan jauh lebih nyaman digunakan, sehingga kami sangat berterima kasih kepada Indosat yang telah peduli terhadap musala di desa kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

VP–Head of Region Northern Sumatera Indosat, Anjar Budi Kurniawan, mengatakan revitalisasi musala tersebut merupakan bagian Indosat Berkah Ramadan: Surau Kita Berdaya.

“Program ini kami lakukan untuk membantu masyarakat memulihkan fasilitas ibadah. Dari total 19 surau yang kami revitalisasi secara nasional, 13 berada di Provinsi Aceh pascabencana, termasuk Musala Al Ikhlas di Aceh Tamiang ini,” ujar Anjar.

Menurutnya, proses renovasi dilakukan relatif cepat, yakni sekitar lima hari. Perbaikan meliputi pengecatan bagian dalam dan luar bangunan, perbaikan fasilitas tempat wudhu, serta penambahan perlengkapan ibadah.

“Kami juga menambahkan fasilitas seperti lemari penyimpanan serta memberikan bantuan Alquran, mukena, sarung, sajadah, dan perlengkapan ibadah lainnya agar masyarakat bisa kembali beribadah dengan nyaman, apalagi wilayah ini sebelumnya terdampak bencana,” katanya.

Selain renovasi fisik, program Surau Kita Berdaya juga diisi berbagai kegiatan keagamaan selama tiga hari yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, hingga masyarakat umum.

Program Surau Kita Berdaya yang terlaksana di 13 surau mulai dari Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Pidie Jaya dan area terdampak lainnya. 

Program ini merupakan bagian dari pilar kepedulian sosial dalam kampanye #LebihBaikIndosat, menghadirkan dukungan fasilitas dan penguatan aktivitas produktif masyarakat di sekitar rumah ibadah. Kehadiran jaringan yang kuat mendukung aktivitas komunitas, memperlancar komunikasi, serta memperkuat kebersamaan selama Ramadan.

Melalui Surau Kita Berdaya, Indosat ingin memastikan bahwa konektivitas tidak hanya menghadirkan pengalaman digital yang lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Surau kita berdaya #Indosat revitalisasi musala #indosat