Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Cari Pemasok dari 6 Negara

Juli Rambe • Kamis, 16 April 2026 | 04:00 WIB
Lonjakan harga plastik yang mencapai 30 hingga 100 persen di berbagai daerah. (Freepik.com)
Lonjakan harga plastik yang mencapai 30 hingga 100 persen di berbagai daerah. (Freepik.com)

 

SUMUT POS- Bahan baku plastik, Nafta mulai langka di Indonesia. Biasanya, pemasok nafta berasal dari negara Timur Tengah. 

Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang mengupayakan diversifikasi negara pemasok bahan baku plastik untuk industri plastik dalam negeri.

Pengalihan sumber pasokan bahan baku ini seiring keterbatasan nafta di kalangan industri akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Jamaah Indonesia akan Tempati 177 Hotel di Makkah

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso tidak menafikan adanya kelangkaan bahan baku plastik yang berakibat pada inflasi harga kemasan plastik di pasaran. 

Seturut itu, kalangan industri kesulitan memperoleh nafta lantaran negara pemasok dominan dari kawasan Timteng.

“Kami mencari alternatif dari India, Amerika, dan Afrika,” kata Mendag Budi Santoso di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (14/4/2026).

Budi menekankan, saat ini Indonesia masih proses negosiasi dengan pihak di masing-masing negara tersebut. Pembahasan soal rantai pasok masih menjadi kendala, mengingat waktu pengiriman yang akan lebih panjang dibandingkan distribusi dari Timteng.

Selain tiga negara di atas, pemerintah berupaya juga mencari pasokan dari Singapura, Korea Selatan, Vietnam dan Thailand. Meski begitu, dia belum dapat memastikan kapan realisasi distribusi nafta sampai ke Indonesia.

“Ini memerlukan waktu. Sekarang masih memproses dengan stok yang ada. Sebab ini berpindah, dan sekarang kondisi perang, sehingga mungkin pengapalannya agak lambat,” ucap Budi.

Sekjen Inaplas Fajar Budiono menekankan rantai pasok nafta selama ini yang berasal dari negara Timur Tengah terbilang memakan waktu yang cukup ringkas. Setidaknya membutuhkan waktu hanya 10 sampai 15 hari. Sedangkan, distribusi bahan baku plastik di luar kawasan Timteng bakal memerlukan waktu lebih panjang. 

"Kalau di luar Middle East butuh waktu 50 hari paling cepat. Sehingga kita harus hitung ulang karena rantai pasoknya pasti akan tambah panjang," kata Fajar, Minggu (5/4/2026). (bbs/ram)

 

 

 

Editor : Juli Rambe
#Harga Plastik #bahan baku plastik #impor nafta #kemendag