SUMUT POS- Salah satu dampak perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran adalah harga bensin yang mulai naik di negeri Paman Sam tersebut.
Kini, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (1/5) mencapai level tertinggi sejak Juli 2022, menurut data asosiasi otomobil Amerika AAA yang dikutip RIA Novosti.
Satu galon (3,8 liter) bensin jenis Regular naik lebih dari 9 sen dalam sehari dan kini mencapai USD 4,392 (setara Rp 76.000 dengan kurs USD 1=Rp 17.300).
Baca Juga: Komisi E DPRD Sumut Tekankan Kesejahteraan dan Perlindungan Pekerja
Menurut laman Badan Informasi Energi AS eia.gov, bensin jenis Regular yang dipasarkan di Abang Sam memiliki nilai oktan paling rendah yaitu 87 dibandingkan dua jenis yang lain yaitu Midgrade (89-90) dan Premium (91-94). Sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran, harga tersebut telah meningkat sebesar 1,41 dolar AS.
Rekor baru tercatat di California, di mana harga per galon mencapai USD 6,06 (Rp 104.800). Empat negara bagian lain, Washington, Oregon, Nevada, dan Hawaii—juga melampaui ambang 5 dolar AS.
Hanya di 13 negara bagian harga bensin masih di bawah 4 dolar AS per galon, dengan Georgia kini menjadi wilayah dengan harga termurah, yakni USD 3,802 (Rp 65.700) per galon, menggantikan posisi Oklahoma.
Eskalasi konflik di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe