Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pemerintah Tepis Kekhawatiran Trauma 1998, Tegaskan Ekonomi Kuat

Juli Rambe • Rabu, 20 Mei 2026 | 02:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram @pandemictalks)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram @pandemictalks)

 

SUMUT POS- Di tengah melonjaknya kurs dolar AS yang sempat menembus angka Rp17.700, muncul kepanikan psikologis di sebagian lapisan masyarakat yang mengaitkan situasi ini dengan memori kelam Krisis Moneter 1998.

Menanggapi riak tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini berada pada posisi yang sangat berbeda dan jauh lebih kuat.

Menkeu Purbaya menjelaskan, pada tahun 1998, kejatuhan rupiah diikuti oleh keruntuhan sistemik akibat salah arah kebijakan dan tingginya instabilitas sosial-politik setelah setahun penuh mengalami resesi.

Baca Juga: Pratama Arhan dan Inka Andestha Go Public

Sebaliknya, pada tahun 2026, pelemahan nilai tukar justru terjadi di saat indikator makroekonomi Indonesia menunjukkan performa yang sangat sehat.

Perbedaan paling mendasar terletak pada laju inflasi. Jika pada puncak krisis 1998 Indonesia dihantam hiperinflasi yang melebihi 77 persen, per April 2026 tingkat inflasi domestik tercatat sangat rendah dan terkendali di angka 2,41 persen, masih berada dalam target sasaran pemerintah.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia juga mencatatkan hasil positif sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026, berbanding terbalik dengan kondisi tahun 1998 yang terkontraksi hingga minus 13 persen.

Selain itu, ketahanan sektor perbankan saat ini dinilai memiliki bantalan modal yang tebal. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional per Februari 2026 berada di level kokoh sebesar 25,83 persen dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto yang terjaga rendah di angka 2,17 persen.

Kondisi ini sangat kontras dengan era 1998 di mana banyak bank kolaps akibat CAR negatif dan NPL yang membubung hingga 30 persen.

Sebagai benteng pertahanan terakhir di pasar valuta asing, posisi cadangan devisa Indonesia per April 2026 juga tercatat sangat melimpah, yakni mencapai US17,4 miliar.

Pemerintah meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang dan rasional dalam menyikapi dinamika kurs ini. Fondasi ekonomi yang kuat diyakini mampu meredam gejolak eksternal maupun internal, sekaligus memastikan bahwa Indonesia tidak akan terseret ke dalam lubang krisis masa lalu. (mim/dio/jpg)

Editor : Juli Rambe
#kondisi ekonomi #moneter 1998 #Menkeu Purbaya