Sumutpos.jawapos.com – Fluktuasi harga aset kripto di pasar global belum mengendurkan antusiasme investor Indonesia. Sepanjang empat bulan pertama 2026, nilai transaksi aset kripto nasional hampir menyentuh Rp100 triliun. Seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, sejumlah pelaku industri juga mulai membukukan keuntungan setelah beberapa tahun berfokus pada ekspansi bisnis.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di pasar spot mencapai Rp99,01 triliun secara year-to-date hingga April 2026. Capaian tersebut didorong oleh terus bertambahnya jumlah investor serta tingginya aktivitas perdagangan meski pasar global masih bergerak volatil.
"Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap instrumen aset digital masih tetap kuat meski kondisi pasar global bergerak fluktuatif," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, Rabu (8/7).
Secara bulanan, aktivitas perdagangan juga menunjukkan tren positif. Nilai transaksi pada April 2026 mencapai Rp22,98 triliun atau naik 2,86 persen dibandingkan Maret yang tercatat sebesar Rp22,34 triliun.
Pertumbuhan itu diikuti peningkatan jumlah investor. OJK mencatat akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto mencapai 21,70 juta pada April 2026, naik dari 21,37 juta akun pada bulan sebelumnya.
Tak hanya transaksi yang meningkat, kondisi keuangan para pelaku usaha juga mulai membaik. Berdasarkan laporan keuangan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) tahun buku 2025 yang telah disampaikan kepada OJK, sejumlah perusahaan mulai mencatatkan laba setelah sebelumnya menjalani fase investasi dan pengembangan bisnis.
Meski demikian, sebagian pelaku industri masih berada dalam tahap konsolidasi untuk memperkuat fondasi usaha dan memperluas layanan.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi industri aset kripto nasional. Menurutnya, pertumbuhan yang sehat hanya dapat dicapai apabila diiringi tata kelola perusahaan yang baik, inovasi berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Baca Juga: Korupsi Bansos Dinsos Labuhanbatu Selatan Rp1,9 Miliar, Empat Tersangka Resmi Ditahan
"Capaian profitabilitas Tokocrypto dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa industri aset kripto dapat berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan. Pertumbuhan bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan produk, peningkatan kualitas layanan, keamanan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi," ujarnya.
Tren tersebut menunjukkan bahwa industri kripto di Indonesia mulai memasuki fase yang lebih matang. Di tengah dinamika pasar global, pertumbuhan jumlah investor, meningkatnya nilai transaksi, dan mulai terciptanya profitabilitas menjadi indikator bahwa ekosistem aset digital nasional semakin kokoh.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan