Jenazah M Rendi (23), ditangisi dan dipeluk istrinya Isnawati alias Beby (22), di rumah duka, Jalan Kampung Aur Brigjen Katamso, Medan Maimun, Senin (21/9/2015). Rendy tewas ditembak oknum PM, Kopda Us.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personil Polisi Militer (PM) yang bertugas di Dentasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan, Kopral Dua (Kopda) US (40), mengejar dan menembak seorang pemuda, Muhammad Rendi (23) warga Kampung Aur, Jalan Brigjend Katamso, Medan Maimun. Senin (21/9) dinihari sekira pukul 03.00 WIB.
Insiden penembakan terjadi di Jalan Brigjen Katamso, tepatnya di depan loket pembantu Bus PMH, Rendi tewas timah panas milik Kopda US mengenai dada dan bersarang di punggungnya.
Informasi dihimpun, malam itu, Rendi beserta dua temannya Madi dan Habib sedang asik menikmati musik di lokasi hiburan di KTV, Diskotek and Pub New Zone Jalan Wajir, Kel. Aur, Kec. Medan Maimun.
Di tengah suara dentuman musik, tiba-tiba Rendi dituding Tono ikut memukuli Aan, bapaknya. Belakangan Aan diketahui sebagai pengawas tempat hiburan tersebut.
Tudingan muncul setelah Aan yang malam itu juga baku hantam dengan seorang pria bernama Keren, warga Pancur Batu. Pasalnya, Keren merupakan teman Rendy. Karena Rendy dan Keren berteman dekat, Tono menuding keduanya ikut memukuli ayahnya.
"Aku juga tidak mengetahui persoalan antara Keren dan Aan," beber Habib, Senin (21/9).
Tak senang dituding, Rendy kemudian menghardik sembari menendang Tono. Rendy bertanya siapa yang memukul Aan.
Namun, keributan tak terelakkan. Rendy akhirnya terlibat baku hantam dengan Tono Cs. Karena kalah jumlah, ketiganya kabur. Tono Cs meminta bantuan dari Kopda Us, dan bersama-sama mereka mengejar ketiganya.
Habib lari ke arah jembatan Jl. Suprapto. Sementara Rendy dan Madi kabur menuju Jalan Brigjen Katamso.
Namun sayang, Madi berhasil ditangkap oleh para pelaku dan dipukuli tepat di simpang empat Jalan Brigjen Katamso. Tak jauh dari kantor Harian Waspada.
Melihat Madi dipukuli, Rendy kemudian kembali dan mendatangi para pelaku yang sedang mengeroyok Madi. Rendy datang sambil melempar botol minuman mineral.
Namun, botol tersebut mengenai Kopda Us. Saat itulah, oknum TNI itu langsung menembak Rendy hingga terkapar. Aksi obral peluru itu disaksikan langsung oleh ibu Samsidar, petugas parkir yang jaga subuh itu di TKP. "Si Rendy datang dan melempar minuman botol dan mengenai pelaku. Dia (Rendy) langsung ditembak," jelas Samsidar.
Rendy dihabisi dalam jarak hanya 2 meter. “Lalu mereka pergi lagi entah kemana. Waktu itu saya langsung teriak minta tolong. Makanya hampir semua warga Kampung Aur ada di lokasi. Oknum TNI itu memang sering datang kemari (NZ)," tandasnya.
Subuh itu, warga Kampung Aur heboh. Rendy sudah terkapar bersimbah darah. Warga kemudian melarikan korban ke RS. Permata Bunda menggunakan betor.
Namun, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSU Pirngadi Medan guna diautopsi. Sementara, beberapa petugas Denpom langsung mengamankan Kopda Us.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu mengatakan pihaknya langsung olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku. Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan di Pomdam I/BB. "Lokasi sudah kondusif, pemeriksaan sepenuhnya oleh Pomdam," ucapnya.
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB Kolonel Enoh Solehuddin, mengakui jika pelaku penembakan terhadap M Rendi merupakan Kopda US, yang bertugas di Denpom 1/5 Medan. “Pelaku merupakan prajurit TNI,” katanya saat mendatangi Warkop Jurnalis.
Ia menjelaskan, keberadaan Kopda Us di NZ setelah dipanggil temannya karena terjadi keributan. Karena keributan itu, dia (pelaku) melepaskan tembakan peringatan, tapi korban tetap kabur.
“Dia sempat menembak ke udara dua kali tetapi tak dihiraukan. Bahkan, anggota kita sempat dilempar batu sehingga melepaskan tembakan mengarah,” jelas Enoh.
Saat ini Kopda Us sudah diamankan ke Denpom 1/5 Medan, sedang proses penyidikan. Kasusnya diserahkan ke Pomdam I/BB. "Pelaku sudah diamankan dan ditahan," tuturnya.
Disinggung adanya motif lain di balik penembakan itu, Enoh membantah. “Kita juga memeriksanya sesuai prosedur. Dan, apabila bersalah, tentunya diberikan sanksi tegas. Makanya, kita tunggu hasil pemeriksaan pelaku dan saksi. Kalau bersalah, pastinya sanksi tegas," tegasnya.
Menurut Enoh, pihak sudah mendatangi rumah duka dan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban.(gib/ala) Editor : Admin-1 Sumut Pos