Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dilapor Kekasih, Oknum TNI Ngamuk di Kantor LBH Medan

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 4 Mei 2018 | 14:46 WIB
Photo
Photo
Photo
Photo


MEDAN, SUMUTPOS.CO - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan segera menyurati Pangdam I Bukit Barisan dan Panglima TNI, terkait adanya aksi enam orang berambut cepak yang diketahui dari satuan Denpom 1/5 Medan, bersikap arogan terhadap seorang pengacara di LBH Medan.


S Direktur LBH Medan Surya Hadinata, Kamis (3/5/2018) mengatakan jika mereka tidak menduga bahwa kedatangan personil TNI-AD tersebut berakhir ricuh dengan anggotanya. Terlebih lagi diantara pelaku yang mengunakan seragam lengkap militer tersebut beberapa diantaranya perwira pertama.


Menurut Surya, dari apa yang disaksikannya, para pria dengan tampilan bertubuh tegap itu datang dan mengamuk setelah mereka mengetahui seorang wanita sebut saja bernama Bunga, mengadukan kasus penganiayaan yang dialaminya ke LBH Medan. Sedangkan pelakunya adalah oknum anggota TBI berinisial SS.


“Ada 6 orang oknum TNI yang datang kemari satu diantaranya berpakaian lengkap dan yang lainnya berpakain preman. Yang berpakaian lengkap itu Pasi Idik Denpom AR dan salahsatu temannya yang diketahui juga bernama Letnan R,” ucapnya.


Dijelaskannya juga, kedatangan mereka kemari mencari 3 anggota LBH yakni Aidil, Marganda, dan Armada.


Namun hanya Armada yang bertemu dengan mereka. Saat pertemuan itu, salahsatu dari keenam oknum aparat itu yang berpangkat perwira mendadak emosi. Selain mengamuk, oknum tersebut juga langsung melakukan penyerangan dengan berusaha memukul Armada. Namun tidak kena, lantaran Armada menghindar.


“Mereka mengamuk disini, dan mencari 3 anggota saya. Namun yang jumpa hanya Armada. Dan pada saat jumpa, mereka bercerita soal kasus Bunga. Dan entah kenapa tiba-tiba Letnan R memukul Armada. Namun untung saja Armada mengelak, hingga tak mengalami cedera,” terang pria berkacamata tersebut di ruangannya.


Atas perlakuan arogan itu, Surya mengaku sangat kecewa dan mendesak agar pihak Kodam I/BB meminta maaf. Di samping itu, Surya juga memastikan akan meneruskan aksi arogansi oknum aparat tersebut ke pimpinan para pelaku dalam hal ini Pangdam I Bukit Barisan dan Panglima TNI.

Sementara itu, korban Bunga yang ditemui di Kantor LBH Medan menceritakan awal mula kenapa sampai penyidik Denpom mendatangi LBH. Hal ini dikarenakan, Bunga menginginkan bantuan hukum LBH.


Sebab salahsatu anggota aparat berinisial SS yang merupakan kekasihnya, telah bersikap kasar hingga membuat tangan Bunga terluka dan ponselnya rusak.


Lantas, karena tidak terima perlakuan SS yang kini bertugas di Makodam I/Bukit Barisan, korban membuat laporan pertama di Denpom sekitar 2 bulan yang lalu.


Namun laporan tersebut malah jalan di tempat dan sebaliknya, Bunga malah difitnah dan diancam. Karena masalahnya tidak selesai juga, akhirnya Korban mengadu ke Kodam, namun sayang hasilnya juga sama.


“Saya pertama kali membuat laporan di Denpom pada dua bulan lalu. Namun tidak ada penyelesaian malahan diajak mediasi dengan Sahala. Karena saya tidak mau mediasi, saya diancam dan difitnah Denpom. Karena masalahnya tidak selesai juga, saya mengadu ke Kodam namun sama saja hasilnya, kasusnya didiamkan. Dan sekarang ini, saya membuat laporan ke kantor LBH Medan, namun naas, LBH diserang mereka,” beber Bunga.


Bunga juga menceritakan bahwa mereka sudah menjalin kasih selama 3 tahun setengah. Di tahun 2018 ini mereka juga sudah berencana untuk menikah. Tapi sayang, tuntutan Sersan Satu SS membuat korban berpikir dan akhirnya terjadilah cekcok di dalam mobil persisnya di Jalan Gatot Subroto Medan.


Atas kejadian itu, lanjut Bunga, ia pun menolak menikah, hingga akhirnya memicu emosi SS. Kini, Bunga mengadu ke LBH untuk mendapatkan bantuan hukum.


Sementara itu Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Inf Edy Hartono menegaskan bahwa kasus tersebut kini penyidikan dan pendalaman pihak Pomdam I/Bukit Barisan.(bbs) Editor : Admin-1 Sumut Pos
#LBH Medan #oknum tni ngamuk #Denpom 1/5 Medan