Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dewi Jaringan Narkotika Diduga Sembunyi di Perbatasan Thailand–Myanmar–Kamboja

Johan Panjaitan • Minggu, 1 Juni 2025 | 10:30 WIB
DIMUSNAHKAN: Wakasal dan jajaran beacukai, kejaksaan dan BNN memusnahkan kokain dan sabu di Mako Lantamal Batam.
DIMUSNAHKAN: Wakasal dan jajaran beacukai, kejaksaan dan BNN memusnahkan kokain dan sabu di Mako Lantamal Batam.

JAKARTA. Sumutpos.Jawapos.com– Siapa identitas sebenarnya Dewi Astutik, warga Ponorogo, Jawa Timur, yang diduga terlibat pe­nyelundupan narkotika dua ton, memang masih teka-teki. Namun, Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga buronan Interpol itu berada di perbatasan antara Thailand, Myanmar, dan Kamboja.

Di kawasan yang sama pula Fredy Pratama, gembong narkotika Asia Tenggara asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga diduga berada. Kepala Biro Humas dan Protokoler BNN Brigjenpol Sulistyo Pudjo Hartono me­nuturkan bahwa berdasarkan data pihaknya, diketahui ujung dari kasus ini me­rupakan Dewi.


"Jadi, Dewi ini paling ujung dari sindikat ini," paparnya kepada Jawa Pos baru-baru ini.

Upaya penyelundupan narkotika dua ton itu di­gagal­kan TNI AL di perairan Selat Durian, Karimun, Kepulauan Riau, pada 13 Mei. Narkotika berjenis sabu dan kokain tersebut diangkut sebuah kapal ikan ber­bendera Thailand yang dikapteni seorang warga Thailand dan berkru empat orang warga Myanmar. Semuanya ditangkap.

Di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, sesuai kalimat yang tertera dalam KTP yang beredar di berbagai platform, Dewi Astutik tak dikenali tetangga dan perangkat desa. Ia diduga berangkat dengan izin menjadi pekerja migran Indonesia pada sekitar 2011 dengan menggun­akan dokumen milik PA, sang adik, yang bukan warga Balong.

Kawasan Nirkontrol
Perbatasan Thailand, Myanmar, dan Kamboja dikenal sebagai ”wilayah tanpa hukum.” Kawasan ini dihuni banyak milisi bersenjata lengkap.
Pemerintah Thailand sempat melakukan operasi besar-besaran di perbatasan tersebut, salah satunya untuk mengejar Fredy. Namun, belum membuah­kan hasil, kendati Pemerin­tah Thailand sempat mematikan akses aliran listrik ke wilayah tersebut.

Sementara itu, dalam konferensi pers di Batam pada Senin (26/5), Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom tidak memberikan penjelasan keterkaitan antara Fredy dengan Dewi. Meski demikian, Fredy memang berada di lokasi yang hampir sama dengan Dewi.

Baca Juga: Titi Dj dan Cakra Khan akan Berduet untuk Single 'Layar'
"Di daerah perbatasan ini memang tidak bisa dikontrol pemerintah di sana," paparnya.

Fredy merupakan bandar narkotika terbesar di Indonesia. Ia terdeteksi memiliki ratusan kaki tangan yang telah tertangkap. Bahkan, penegak hukum berupaya mempersempit pergerakannya dengan menjerat tindak pidana pencucian uang terhadap keluarga Fredy di Indonesia.

Upaya Bareskrim timbal balik dengan kepolisian Thailand juga masih nihil. Bareskrim sudah menangkap buronan kakap Negeri Gajah Putih itu, Chaowalit Thong­duang, tapi kepolisian Thai­land masih belum berhasil menangkap Fredy. (idr/ttg/jpg)

Editor : Johan Panjaitan
#interpol #buronan #penyelundupan narkotika #bnn