Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Cekcok di Kedai Tuak, Sahrul Sidauruk Tewas Ditikam Teman Sendiri

Juli Rambe • Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:00 WIB
FORENSIK : Keluarga korban saat berada di Forensik RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar. (Dok: istimewa)
FORENSIK : Keluarga korban saat berada di Forensik RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar. (Dok: istimewa)

 

SIANTAR, SUMUT POS - Sahrul Sidauruk (45) kehilangan nyawa setelah sebilah pisau menancap tembus ke jantung. Saat ini pelaku penikaman inisial YT sedang diburu polisi. 

Peristiwa berdarah itu terjadi pada hari Jumat (23/1/2026) sekira pukul 22.00 WIB di Nagori Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. 

Informasi dihimpun dari Junerdi Malau keluarga korban menerangkan bahwa kejadian itu bermula adanya cekcok di salah satu warung tuak, di Nagori Parik Sabungan. 

"Kabar yang kuterima, setelah ada pertengkaran, pemilik warung kemudian melerai lalu mengantar pulang pelaku yang tak jauh dari lokasi," ujar Junerdi saat diwawancarai di ruang Forensik RSU Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. 

Jurnerdi menambahkan, pada saat pelaku diantar pulang, korban pun kemudian berniat pulang dengan menaiki sepedamotornya. 

Akan tetapi, tanpa diduga korban tiba-tiba pelaku datang dan langsung menikam korban saat masih di atas kendaraan. 

Tikaman menggunakan pisau belati itu terarah ke bagian dada dan sampai menembus jantung yang membuat korban jatuh. 

Sementara itu, usai melakukan aksinya pelaku langsung kabur. 

Masyarakat yang melihat kejadian itu berupaya membawa korban ke puskesmas terdekat dan selanjutnya dirujuk ke RSU Djasamen Saragih. 

Namun saat dalam perjalanan ke rumah sakit, korban meninggal dunia. 

"Polisi kemudian membawa korban ke forensik untuk diotopsi," kata Junerdi. 

Masih pengakuan Junerdi, pelaku inisial YT sebenarnya orang pendatang ke kampung itu dan menumpang di rumah saudaranya. 

"Kerjanya ke ladang dan katanya keluarganya berasal dari Sidamanik, Kabupaten Simalungun," terangnya. 

Sementara itu, korban meninggalkan dua orang putri yang masih duduk di kursi SD. 

"Setelah kejadian, polisi langsung datang. Keluarga juga dibantu untuk biaya otopsi. Jadi kami sangat berterimakasih. Tentu juga kami berharap agar pelaku segera ditangkap," ujar Junerdi. 

Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan jajaran Polres Simalungun sudah turun ke lokasi dan memburu pelaku. (pra/ram) 

 

Editor : Juli Rambe
#Berita pembunuhan #Cekcok di kedai tuak #Teman tikam teman #Kedai tuak