TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Di saat sebagian kota masih terlelap, operasi senyap digelar untuk membongkar sisi gelap yang kerap tersembunyi di balik gemerlap malam. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebing Tinggi bergerak cepat, menyisir sejumlah titik rawan dalam razia yang berlangsung Minggu dini hari (19/4/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Plt Kepala BNNK Tebing Tinggi, Mahsuriani Saragih, bersama Katim Pemberantasan, Dicky Ardiansyah Putra. Operasi dimulai pukul 03.10 WIB, menyasar penginapan hingga tempat hiburan malam—dua lokasi yang kerap menjadi simpul peredaran narkotika.
Sasaran pertama berada di kawasan Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar. Suasana sempat memanas ketika seorang pengunjung bersikap tidak kooperatif. Namun ketegangan itu berhasil diredam. Dari lokasi ini, empat orang diamankan—tiga di antaranya, termasuk seorang perempuan, dinyatakan positif narkoba berdasarkan tes urin di tempat.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Kemarau 2026, Paluta Pasang Strategi ‘Benteng Pangan’ dari Pusat hingga Lahan Petani
Tim kemudian bergerak ke sebuah tempat hiburan malam di Jalan Sisingamangaraja. Di titik ini, hasilnya lebih mencengangkan. Dari 15 pengunjung yang diperiksa, 13 orang terindikasi menggunakan narkotika.
Total, 19 orang terjaring dalam operasi tersebut—dan 16 di antaranya positif.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin nyata bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius, bahkan di ruang-ruang publik yang terlihat biasa.
Seluruh yang terjaring langsung dibawa ke Kantor BNNK Tebing Tinggi di Jalan Prof. HM Yamin untuk menjalani pemeriksaan lanjutan serta asesmen sesuai prosedur.
Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat, Muslim Istiqomah. Ia menilai kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan laju peredaran narkoba.
“Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi muda,” ujarnya.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan