LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Dari luar tampak biasa: sebuah warung kecil yang menjadi tempat singgah warga. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan aktivitas gelap yang lama meresahkan. Kecurigaan warga Desa Air Hitam akhirnya terjawab ketika aparat bergerak dalam sunyi, lalu memecahnya dalam satu penyergapan dini hari.
Sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (27/4/2026), tim Unit Reskrim Polsek Kualuh Leidong melakukan penggerebekan setelah sebelumnya melakukan pengintaian. Operasi itu berujung pada penangkapan seorang pria berinisial SY alias Yetno (34), warga setempat, tanpa perlawanan berarti.
Dari lokasi, petugas menemukan barang bukti yang mempertegas dugaan peredaran narkotika. Dua plastik besar berisi kristal putih seberat 5,90 gram dan 17 paket kecil dengan total 4,10 gram disita—sekitar 10 gram sabu. Tak hanya itu, sejumlah plastik klip kosong serta uang tunai Rp500 ribu turut diamankan, mengindikasikan aktivitas pengemasan dan transaksi.
Kapolsek Kualuh Leidong, Mangatas Samosir, menegaskan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
“Kami percaya informasi warga. Mereka menyebut ada transaksi narkotika di Desa Air Hitam,” ujarnya.
Berbekal laporan tersebut, tim yang dipimpin IPDA Andi S. Pasaribu bergerak cepat. Pengintaian dilakukan sekitar 30 menit sebelum penyergapan, memastikan setiap langkah diambil dengan presisi. Begitu waktu dinilai tepat, penggerebekan dilakukan—dan temuan di lokasi membenarkan kecurigaan warga.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui kepemilikan barang haram tersebut. Ia juga menyebut nama seorang pria lain yang diduga sebagai pemasok. Namun hingga kini, sosok tersebut masih dalam pengejaran aparat.
Baca Juga: Lawan Nyeri Asam Urat dengan Air Rebusan Ini, Tak Perlu Obat Kimia
Peristiwa ini membuka realitas yang tak selalu kasat mata: peredaran narkotika bisa bersembunyi di ruang-ruang paling sederhana, menyusup ke kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Di sisi lain, keberanian warga untuk melapor menjadi kunci penting dalam memutus rantai peredaran.
Kini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, aparat terus mengembangkan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih luas.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan