LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com-Teror begal kembali menghantui wilayah Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Kali ini, dua mahasiswi asal Pematang Siantar menjadi korban perampokan bersenjata tajam (sajam) saat melintas pada malam hari. Selain kehilangan sepeda motor, korban juga dirampas barang berharga dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Kedua korban diketahui bernama Nurul Novita Sari (21) dan Feby Andin (21). Peristiwa mencekam itu terjadi di Jalan Paya Nibung, Desa Dalu Sepuluh B, Kecamatan Tanjung Morawa, Senin (11/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Malam itu, keduanya baru pulang kuliah dari Medan dan hendak menuju kawasan Perumahan Senda Residence, Tanjung Morawa. Namun di tengah perjalanan yang relatif sepi, laju mereka tiba-tiba dihadang dua pria tak dikenal.
Salah satu pelaku disebut mengacungkan senjata tajam jenis pisau ke arah korban. Dalam kondisi panik dan takut dilukai, kedua mahasiswi itu tidak mampu melawan.
Pelaku kemudian dengan leluasa merampas seluruh barang berharga milik korban. Mulai dari sepeda motor Honda Vario BK 4642 WAH, laptop merek HP, telepon genggam Vivo Y19s, iPhone 7, hingga dompet berisi KTP, SIM, dan sejumlah dokumen penting lainnya.
Baca Juga: Dua Tersangka Begal Pelajar di Binjai Positif Narkoba, Satu Residivis
Aksi cepat para pelaku membuat korban syok dan mengalami trauma mendalam. Warga sekitar menduga para pelaku merupakan pemuda yang mengenal situasi kawasan tersebut.
Menurut informasi warga yang mengenal korban, kasus itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dengan harapan pelaku segera ditangkap sebelum kembali memakan korban lain.
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni Damanik SH saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Namun ia menduga laporan kemungkinan disampaikan langsung ke Polresta Deliserdang.
Baca Juga: 4 Terdakwa Kasus HGU PTPN Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Pengacara Bantah ada Pelanggaran
“Korban belum ada membuat laporan ke Polsek Tanjung Morawa. Kemungkinan bisa saja melapor ke Polresta,” ujar AKP Jonni.(btr/han)
Meski patroli rutin disebut terus dilakukan aparat kepolisian, aksi begal di wilayah Tanjung Morawa masih menjadi ancaman serius yang meresahkan masyarakat, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Editor : Johan Panjaitan