SIANTAR, Sumutpos.jawapos.com – Warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, digemparkan dengan dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang perempuan lanjut usia, Barinim boru Sirait (85), Rabu (8/7/2026). Korban diduga dibunuh oleh putri kandungnya sendiri, Minar Ambarita (50), di rumah yang selama ini mereka tempati bersama.
Peristiwa tragis itu pertama kali terungkap sekitar pukul 09.30 WIB ketika seorang warga datang ke rumah korban untuk mengantarkan undangan pesta.
Saat mengetuk pintu, warga tersebut disambut oleh Minar. Namun, ia melihat bercak darah di tangan perempuan itu.
Merasa curiga, saksi kemudian menanyakan asal darah tersebut. Di luar dugaan, Minar mengaku telah membunuh ibunya.
Baca Juga: KPK Angkut Tiga Koper Dokumen dari Kantor Disdik Langkat, Dalami Dugaan Suap 80 Paket Proyek
Mendengar pengakuan itu, saksi meminta Minar kembali masuk ke dalam rumah dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.
Ketika saksi bersama ketua RT kembali ke lokasi, mereka mendapati Barinim sudah tergeletak di lantai rumah dengan kondisi bersimbah darah.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi. Tak lama berselang, personel kepolisian tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr. Djasamen Saragih, serta mengamankan terduga pelaku.
Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan
Sejumlah warga menyebut Minar selama ini diduga mengalami gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat dari rumah sakit.
Meski demikian, menurut tetangga korban, perempuan tersebut tidak pernah membuat keresahan di lingkungan sekitar.
"Mereka tinggal berdua di rumah. Anak-anak korban yang lain sudah merantau ke luar kota. Korban sehari-hari menenun ulos, sedangkan putrinya tidak menikah," ujar seorang tetangga bermarga Ambarita.
Ia juga mengaku sempat mendengar suara teriakan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Namun, suara itu tidak menimbulkan kecurigaan karena pelaku memang kerap berteriak atau menangis di dalam rumah.
"Kami kira pelaku yang teriak seperti biasanya, jadi tidak kami curigai," katanya.
Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Pelaku
Kapolsek Siantar Timur, Iptu Edy Manalu, mengatakan penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif kejadian.
Jenazah korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi untuk menjalani autopsi sebagai bagian dari proses penyidikan.
Sementara itu, polisi juga akan melibatkan ahli kejiwaan guna memastikan kondisi psikologis terduga pelaku.
"Jika hasil pemeriksaan menyatakan pelaku benar mengalami gangguan jiwa, maka penanganan perkara akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Untuk sementara, pelaku ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit," ujar Edy.
Baca Juga: KPK Geledah Kantor Disdik, PUTR, hingga Ruang Kerja Bupati Nonaktif Langkat, Dokumen Penting Disita
Dalam olah TKP, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut, di antaranya sebilah pisau dapur dan sebuah batu gilingan.
Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan kejiwaan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam kasus yang mengguncang warga Kota Pematangsiantar tersebut.(pra/han)
Editor : Johan Panjaitan