SUMUTPOS.CO - Bintang drama, Hidden Love, Zhou Lusi akhirnya buka suara terkait kondisinya saat ini. Apalagi, video terkait dirinya yang jalan sempoyongan dan tidak bisa menggunakan sendok ke mulutnya ramai beredar di media sosial.
Melalui akun Weibo (media sosial milik China), ratu drama China ini menceritakan tentang kondisi dirinya yang mengaku mengalami depresi.
Dibully Sejak Kecil
Dalam unggahan itu, Zhao Lusi mengungkapkan bahwa saat kecil kerap diejek hanya bermodal wajah cantik saja. Lalu, saat bimbingan belajar ia juga pernah dipukuli.
"Saat itu, saya pikir itu wajar karena prestasi akademis saya buruk. Saya tidak berani bicara karena saya percaya bahwa 'setiap masalah harus dicari akar penyebabnya dari dalam diri sendiri," katanya.
Kemudian saat sudah besar, ia kembali mengalami kekerasan fisik. Aneka rumor dan fitnah terus-menerus datang menghampirinya.
Depresi Sejak 2019
"Saya dengan tulus meminta maaf karena telah menyebabkan keramaian publik," kata Zhao Lusi dalam unggahan pada 1 Januari 2025.
Dalam unggahan panjang itu, Zhao mengungkapkan dirinya mengalami gejala depresi sejak 2019. Namun, ia berusaha mengabaikan kesehatan mental dan mengatakan untuk terus berpikir positif.
"Pada tahun 2019, saya mengalami depresi. Namun, ada yang mengatakan untuk 'Jangan membesar-besarkannya' dan 'Berpikirlah positif saja, dan semuanya akan baik-baik saja.' Saya juga merasa bahwa saya terlalu dramatis dan sensitif, jadi tidak memperhatikan masalah kesehatan mental saya," tulis Zhao Lusi.
Lalu, pada 2021 Zhao Lusi merasakan kondisi tidak biasa pada tubuhnya. Ia merasa seperti ada sensasi serangga merayapi tubuh dan jarum menusuk kulit disertai dengan alergi.
"Setelah minum obat dan disuntik di rumah sakit, gejalanya tidak membaik. Kemudian, saya menemui psikolog dan memulai pengobatan untuk meredakan ketegangan emosional saya," tulisnya.
Kembali Sakit di 2023
Aneka penyakit kembali menghampiri Zhao Lusi pada 2023. Ia mengalami pneumonia, emfisema, pityriasis rosea, urtikaria, keringat malam yang membuat dirinya terbangun, tuli mendadak karena masalah neurologis. Dalam kondisi kesehatan yang tidak baik ia juga harus berhadapan dengan berita tentang saudara yang meninggal dunia.
"Kejadian tersebut membayangi emosi saya, membuat saya terus mengabaikan diri sendiri [dan emosi saya]," tulisnya lagi.
Tak berhenti di situ, kondisi kesehatan fisik dan mental Zhao Lusi juga memburuk. Nyeri sendiri ditambah gejala alergi dialaminya.
"Pada tahun 2024 saya mulai sering mengalami napas kering, pusing, nyeri sendi, nyeri leher, dan gejala somatik lainnya yang jelas, bersamaan dengan alergi yang memburuk. Saat itu, saya pikir ini adalah efek samping normal dari obat yang menargetkan alergi yang saya konsumsi," katanya.
Berani Buka Suara Demi Fans
Sebelum pengakuan ini, Zhang Lusi tutup mulut akan kondisi kesehatannya. Namun, ketika kondisi fisik makin parah akibat mental yang buruk ia pun dengan lantang mau berbuka suara soal pentingnya kesehatan mental.
Ia menegaskan bahwa depresi harus diatasi dengan bantuan profesional. Tak bisa hanya dengan mencoba berpikir positif saja.
"Sekarang setelah semuanya menjadi seperti ini, saya hanya berharap dapat membantu lebih banyak orang memahami bahwa depresi [merasa tertekan] adalah emosi, tetapi depresi sebagai gangguan adalah penyakit. Penyakit itu tidak dapat diatasi hanya dengan 'berpikir positif' atau 'membicarakannya'," kata Zhao.
"Saya sungguh berharap bahwa Anda yang 'merasakan hal yang sama seperti saya' menyadari bahwa dalam situasi seperti itu, apakah Anda benar-benar 'dipahami' atau tidak tidak lagi menjadi masalah."
Ia pun berharap orang yang sedang mengalami masalah mental untuk fokus pada diri dan pengobatan pribadi.
"Memahami [dan mempelajari] penyakit psikologis dan memprioritaskan pengobatan sangatlah penting. Penyesalan adalah hal yang tidak berguna," tutupnya. (bbs/ram)
Editor : Redaksi