SUMUTPOS.CO- Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris akan melakukan negosiasi dalam waktu dekat terkait pemulangan terpidana Mahabesar, Reynhard Sinaga ke Indonesia. Untuk proses kali ini bukan pemulangan tahanan melainkan pertukaran tahanan.
Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional Kemenko Kumham Imipas, Ahmad Usmarwi Kaffah menyatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulangkan Reynhard Sinaga.
"Yang paling dekat ingin kami lakukan saat ini adalah mengembalikan tahanan kami di Inggris yang merupakan tahanan kasus mahabesar kalau menurut Pemerintah Inggris saat itu, Reyhard Sinaga," kata Usmarwi di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/2/2025).
Dijelaskannya, pihaknya telah menemui orang tua Reynhard Sinaga, untuk menanyakan kemungkinan jika yang bersangkutan bisa dipulangkan. Hasilnya, orang tua Reynhard sangat ingin bertemu dengan anaknya tersebut.
"Ternyata mereka menangis dan ingin anaknya kembali karena sampai saat ini mereka tidak mendengar dan tidak bisa berkomunikasi dengan anaknya karena tertutup sekali penjara di Inggris itu," ungkapnya.
Proses yang dilakukan untuk memulangkan Reynhard, akan berbeda dengan yang dilakukan dengan Prancis dan Filipina, yakni pemulangan tahanan. Namun, akan dilakukan pertukaran tahanan.
"Permintaan dari orang tua itu juga yang memperkuat kami untuk melakukan repatriasi. Tapi proses di sini bukan transfer of prisoners tetapi prisoners exchange atau pertukaran narapidana itu yang kami inginkan saat ini," ujarnya.
Reynhard Sinaga merupakan pelaku kejahatan seksual di Inggris dan mendapatkan hukuman karena 136 kasus pemerkosaan atau pelecehan terhadap pria muda di antara 159 pelanggaran seksual.
Akibat tindakannya Reynhard mendapatkan hukuman penjara seumur hidup dengan minimal 40 tahun.
Reynhard diketahui sebagai seorang pria kelahiran Indonesia dan datang ke Inggris pada 2005.
Kasus tersebut bahkan menjadi salah satu aksi kejahatan seksual terburuk dalam sejarah Inggris. Diketahui, Reynhard melakukan aksinya dengan membius korban menggunakan obat-obatan sebelum melakukan pemerkosaan di tempatnya.
Kejahatannya mulai terungkap pada 2017 ketika salah satu korban seorang pemain rugby berusia 18 tahun terbangun ketika diserang. Beruntung korban saat itu berhasil melawan Reynhard.
Polisi kemudian menemukan sejumlah rekaman penyerangan seksual yang disimpan dalam ponsel milik Reynhard. Sejak itu, memicu investigasi besar-besaran dan mengungkap bagaimana brutalnya kejahatan Reynhard selama lebih dari satu dekade.
Dipukuli di Penjara
Pada pertengahan Desember 2024 yang lalu, media sosial dihebohkan dengan gambar Reynhard Sinaga yang menderita dipukuli karena diduga dipukuli oleh sesama tahanan.
Melansir dari pemberitaan LBC pada Minggu (15/12/2024) Reynhard diduga diserang oleh tahanan lain yang main hakim sendiri pada Juli. Dia dipukuli dan nyaris mengalami cedera serius dalam serangan tersebut.
“Dia hampir mengalami cedera serius. Dia dalam bahaya,” katanya.
Selain itu, seorang sumber mengatakan kepada surat kabar The Sun bahwa Reynhard Sinaga dikenal arogan dan dibenci oleh umum. Sehingga dia menjadi sasaran penjara karena tindak kejahatannya yang bejat.
“Reynhard arogan dan dibenci secara umum. Dia jelas menjadi sasaran penjara karena kejahatannya yang bejat,” ucapnya.
Sementara itu, pelaku serangan terhadap Reynhard Sinaga diduga adalah seorang narapidana berusia 32 tahun, Jack McRae. Saat ini, McRae telah dipindahkan ke penjara HM Frankland dan menghadapi dakwaan percobaan penganiayaan berat dengan niat membahayakan nyawa.
Selain Reynhard, McRae juga diduga terlibat dalam kasus penyerangan terhadap Wilbert Dyce seorang narapidana lain di penjara tersebut pada 2023. (bbs/ram)
Editor : Redaksi