Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Capai 10 Juta Penonton, Film Jumbo Kalahkan KKN Desa Penari

Juli Rambe • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:55 WIB
ANIMASI: Film
ANIMASI: Film

 

SUMUTPOS.CO- Film animasi Jumbo mencapai tahta tertinggi. Bagaimana tidak, film yang mengabgkat kisah anak yatim ini berhasil mendapatkan 10 juta penonton sejak ditayangkan libur lebaran kemarin. Dan ini merupakan pencapaian yang luar biasa.

Film Jumbo garapan sutradara Ryan Adriandhy yang dikerjakan oleh ratusan animator muda tanah air berhasil menembus angka 10 juta penonton pada Kamis (29/5) kemarin. 

"Dengan ditutupnya tracking boards BiBO/Cinepoint untuk Jumbo malam ini, maka saya ucapkan selamat kepada cast and crew atas pencapaian tembus 10 juta," tulis akun media sosial X Bicara Box Office sekitar 22 jam lalu.

Dengan pencapaian jumlah penonton 10 juta penonton, akun media sosial yang berfokus mengulas tentang film itu memastikan bahwa film Jumbo menumbangkan film KKN di Desa Penari, yang beberapa tahun belakangan tak tergoyahkan sebagai film terlaris nomor 1 di Indonesia. 

"Selanjutnya (film Jumbo) mencapai tangga #1 film Indonesia dalam 1-2 hari ke depan. Sekali lagi, selamat!," imbuhmya.

Banyak netizen senang sekaligus bangga film Jumbo menjadi film terlaris nomor 1 sepanjang masa menggeser posisi film KKN di Desa Penari. Banyak netizen mengaku kecewa karena film garapan rumah produksi MD Pictures tersebut dianggap jelek namun menjadi film terlaris nomor 1.

"Gue support Jumbo karena benci KKN. Terserah lo pada bilang apa, tapi itu faktanya," komentar salah satu netizen.

"Horor gimmcik, kebanyakan rilis version a-b-c, cerita jelek, dan jualan scene mesum, alasan gua nggak suka KKN. Iya, iya gua bodoh, sudah?," timpal yang lainnya.

"Nggak benci KKN. Cuma kurang deserved aja buat cerita kayak gitu bisa di posisi #1, ditambah kebanyakan gimmick sampai sengaja bikin berversi-versi biar jadi #1 sepanjang masa."

Sejumlah netizen lain menyayangkan banyak netizen justru menjelek-jelekkan film KKN di Desa Penari. Karena film itu telah berhasil berkontribusi dalam menaikkan jumlah penonton pada film nasional di tanah air.

"Kita seharusnya gembira nomor 1 nomor 2-nya kejar-kejaran. Artinya industrinya sustainable, film berikutnya juga akan bagus. Jutaan orang penonton terhibur, ekonomi kreatif jalan, pekerja film yang jumlahnya jutaan itu hidup, dan ujungnya budaya Indonesia kaya," komentar salah satu warganet.

"Sebenarnya threat KKN itu bagus, cuma sayang eksekusinya yang kurang dikembangkan. Jadi kelirunya di PH nya bikin film plek ketiplek kayak di threadnya. Jadi mungkin itu bikin kecewa netizen, padahal ekspektasinya sudah tinggi setelah thread itu viral." (jpc/ram)

 

 

 

Editor : Juli Rambe