Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Banyak Komentar Negatif, Begini Tanggapan Sutradara Film Merah Putih One for All

Juli Rambe • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Tangkapan layar youtube film animasi Merah Putih One For All.
Tangkapan layar youtube film animasi Merah Putih One For All.

 

SUMUT POS- Film animasi Merah Putih One for All akan tayang di bioskop pada 14 Agustus mendatang. Walaupun begitu, berbagai komentar sudah beredar dan pada umumnya adalah tanggapan negatif.

Endiarto selaku sutradara mengatakan bahwa dirinya tidak marah atau emosi dengan komentar-komentar negatif yang membanjiri kolom komentar pada berbagai unggahan tentang film Merah Putih One Ffor All dari netizen atau para pengguna media sosial. 

"Saya berterima kasih pada warganet, terlepas pro dan kontra. Karena bagi saya, komen-komen itu mengandung sisi positif ke depannya. Dan bagi saya, komen-komen itu artinya mereka peduli. Bukan kepada kami, tapi kepada Merah Putih," kata Endiarto dilansir dari JawaPos.co, Selasa (12/8/2025).

Menurut dia, sekeras apapun komentar miring dari netizen menunjukkan bahwa mereka sebenarnya memiliki kepedulian pada film animasi Merah Putih One for All.

"Kalau mereka tidak peduli, pasti tidak akan memberikan komentar. Saya berterima kasih untuk semua komen. Artinya, pesan moral kami untuk merayakan Proklamasi 17 Agustus 80 tahun akhirnya sampai. Oh, ini ada kemeriahan di hari kemerdekaan. Sebelum hari kemerdekaan ini sudah meriah lebih dulu. Artinya, pesan moralnya sampai," katanya.

Film animasi Merah Putih One for All menceritakan tentang sejumlah anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih.

Mereka mendapat tugas untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan dalam upacara Kemerdekaan 17 Agustus.

Namun sayangnya, 3 hari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, bendera tersebut tiba-tiba hilang secara misterius tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.

Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya yaitu Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tongkok kompak melakukan pencarian untuk tujuan menemukan bendera Merah Putih yang hilang.

Mereka harus melintasi sungai, hutan, dan bertemu dengan sejumlah penghalang selama di perjalanan.

Mereka harus mampu meredam ego demi tetap pada tujuan awal yaitu menemukan bendera Merah Putih yang hilang supaya dapat dikibarkan pada Hari Kemerdekaan. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe
#Merah Putih All for One #film animasi