SUMUT POS- Sutradara Hanung Bramantyo sudah menonton film Merah Putih One For All pada hari pertama penayangan di bioskop, Kamis (14/8/2025).
Suami Zaskia Adya Mecca itu menonton film animasi ini di Kemang Village XXI.
Hanung tertarik menonton film Merah Putih One For All karena dia merasa tidak fair jika hanya memberikan penilaian terhadap film melalui trailer yang dirilis beberapa waktu lalu.
Setelah menonton filmnya, Hanung tetap pada kesimpulan awal bahwa film Merah Putih One For All ini seharusnya baru merupakan draft kasar.
"Ini film belum jadi. Saya tidak bisa kasih penilaian karena belum jadi," kata Hanung Bramantyo.
Menurut dia, penayangan film Merah Putih One For All terlalu terburu-buru. Padahal seharusnya masih bisa diperbaiki supaya bisa menjadi tontonan yang menarik pada saat ditayangkan di bioskop.
Bagi Hanung, dengan kondisi seperti sekarang, film Merah Putih One For All belum layak untuk menjadi tontonan di dalam ruang bioskop.
Sebelumnya, dalam unggahan di akun media sosial @thread milik pribadinya, Hanung membedah persoalan film animasi Merah Putih: One For All, dari sudut pandang industri.
Ia mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah film animasi berdurasi penuh bisa selesai hanya dengan anggaran Rp 6 miliar, setelah dipotong pajak sekitar 13 persen.
“Budget Rp 7 milir untuk film animasi, potong pajak 13 persen kisaran Rp 6 miliar, sekalipun tidak dikorupsi, hasilnya tetap jelek!!!” tulis Hanung lantang dalam unggahannya.
Ia mengungkapkan, dalam industri animasi profesional, standar biaya produksi untuk sebuah film animasi yang layak tayang berkisar antara Rp 30 hingga 40 miliar, dan itu di luar biaya promosi. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe