Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hari Pertama Tayang, Film Merah Putih One for All Hanya Ditonton 720 Orang

Juli Rambe • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Tangkapan layar youtube film animasi Merah Putih One For All.
Tangkapan layar youtube film animasi Merah Putih One For All.

 

SUMUT POS- Hari pertama penayangan film animasi Merah Putih One for All di bioskop hanya ditonton 720 orang, pada Kamis (14/8/2025).

Film ini arahan sutradara Endrianto ini masih lumayan dibeli tiketnya meski sempat diwarnai pro dan kontra sebelum tayang dan dengan mempertimbangkan jumlah layar yang terbatas.

Yang mungkin menjadi tanda tanya bagi sejumlah orang, berapa jumlah penonton film animasi Merah Putih One For All sampai sekarang di hari ketiga penayangannya? 

Ditanya hal tersebut, Sonny Pudjisasono selaku eksekutif produser mengaku belum tahu update resminya. Namun dia menduga, angka penonton dalam dua hari terakhir bisa jadi tidak jauh berbeda dengan hari pertama penayangannya.

"Ya mungkin animo penontonnya berkisar sama dengan kemarin kali ya. Karena layar terbatas cuma 10 layar doang. Alhamdulillah dapat layarnya," kata Sonny dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (16/8).

Menurut Sonny, film ini tidak menelan angka sebesar Rp 6,7 miliar sebagaimana santer beredar beberapa waktu belakangan. Film animasi Merah Putih bisa dibilang menelan biaya sangat rendah mengingat tim yang tergabung di dalamnya tidak dibayar.

Mereka secara suka rela menyumbangkan tenaga dan waktu untuk sebuah visi sama ingin memberikan kado untuk anak-anak di momen perayaan  80 tahun kemerdekaan RI.

Yang keluar biaya justru di luar proses produksi seperti pengadaan DCP untuk dapat diputar di bioskop dan lain-lain.

"Seperti yang saya sampaikan untuk pengadaan DCP permintaan layar lainnya seperti CGV dan Cinepolis kita belum bisa memenuhinya. Karena kita tidak ada biaya," kata Sonny.

Saat disinggung soal film Merah Putih yang terus menjadi pembicaraan sejumlah pihak sampai setelah tayang di bioskop. Sonny mengaku tidak ada masalah.

Dia menyebut, setiap orang punya hak untuk menyampaikan pendapat dan kebebasan menyampaikan pendapat ini dilindungi oleh UU.

"Di era demokrasi sah sah saja, itu bebas orang berbicara dan berpendapat. Yang penting film Merah Putih membangunkan kesadaran global ekosistem perfilman," katanya.

"Kalau disimak dari keberagaman komennya, mendadak komentar film Merah Putih semua, hehehe. Mungkin banyak yang mau numpang ngetop melalui film Merah Putih," imbuh Sonny. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Merah Putih One For All #film animasi