Sumutpos.jawapos.com-Di era digital ini, hampir setiap orang menghabiskan waktu berjam-jam di dunia maya- entah untuk membaca berita, main game, scrolling media sosial, atau sekadar membalas pesan. Namun, bagaimana jika pasanganmu tampak lebih fokus pada layar daripada padamu?
Kamu mungkin mulai merasa diabaikan, cemburu, bahkan ingin marah. Pertanyaannya: apakah kamu terlalu posesif, atau justru perhatianmu yang memang terabaikan?
Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak pasangan mengalami hal serupa. Yang penting bukan siapa yang salah, tapi bagaimana kamu bisa tetap tenang dan berkomunikasi dengan sehat.
Dikutip dari yourtanggo, ada 10 langkah yang bisa kamu lakukan ketika merasa diabaikan oleh pasangan yang terlalu sibuk online. Langkah ini cukup baik untuk meminta perhatian tanpa harus bertengkar.
1. Kenali dulu perasaanmu
Sebelum menyalahkan pasangan, tanyakan pada diri sendiri: “Apa sebenarnya yang aku rasakan?”
Apakah kamu merasa cemburu, kesepian, atau tidak dihargai? Memahami emosi sendiri adalah langkah pertama untuk membicarakan masalah tanpa meledak-ledak.
2. Hindari mengeluh atau menyalahkan
Kalimat seperti “Kamu tuh nggak pernah perhatiin aku!” hanya akan membuat pasangan menutup diri.
Daripada mengeluh, coba mulai dengan nada tenang: “Aku merasa sedih waktu kamu sibuk main HP saat kita ngobrol.”
3. Ungkapkan perasaan, bukan tuduhan
Kamu adalah ahli dari perasaanmu sendiri — tak ada yang bisa membantahnya.
Fokus pada “aku merasa” daripada “kamu selalu”. Dengan begitu, pasanganmu lebih mungkin mendengarkan tanpa defensif.
4. Biarkan dia memilih
Setelah kamu mengutarakan perasaanmu, beri ruang bagi pasangan untuk memutuskan apakah ia mau berubah atau tidak. Kamu tidak bisa mengontrol perilakunya, tapi kamu bisa mengontrol responsmu.
5. Nilai hubungan dari responsnya
Jika pasangan berusaha memperbaiki dan meluangkan waktu untukmu, itu tanda baik.
Tapi jika ia terus mengabaikan atau menyepelekan perasaanmu, itu adalah informasi penting tentang arah hubungan kalian.
6. Pahami bahwa ada banyak alasan di balik sikapnya
Pasanganmu mungkin: Sedang stres dan butuh waktu menenangkan diri, Menghindari konflik yang belum selesai, Tak tahu cara membangun kedekatan emosional yang sehat atau merasa lebih mudah terbuka dengan orang lain secara online.
Mengetahui alasan di balik perilakunya bisa membantumu menentukan langkah selanjutnya dengan lebih bijak.
7. Bersiaplah menghadapi sikap defensif
Ada kemungkinan pasangan akan menyalahkanmu balik. Jika hal ini terjadi terus-menerus, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional seperti konselor pernikahan yang memahami masalah attachment dan keintiman emosional.
8. Jangan ragu mencari bantuan untuk dirimu sendiri
Jika kamu mulai meragukan kewarasanmu karena pasangan sering berkata kamu “lebay” atau “parno”, bisa jadi kamu sedang mengalami gaslighting.
Kamu berhak meminta waktu dan perhatian dari pasangan. Itu bukan hal egois, melainkan bentuk cinta yang sehat.
9. Waspadai tanda-tanda kecanduan online
Tidak semua orang yang sering online adalah pecandu, tapi kebiasaan ini bisa berkembang menjadi masalah serius.
Jika pasangan lebih memilih dunia maya daripada dunia nyata secara terus-menerus, saatnya membicarakan hal ini dengan serius — mungkin dengan bantuan ahli.
10. Pertimbangkan konseling pasangan
Jika pasangan mulai mencari keintiman emosional dengan orang lain secara online, kamu perlu pertolongan profesional. Terapis dapat membantu kalian memutus pola adiktif dan membangun hubungan yang lebih hangat dan saling menghargai.
Merasa diabaikan bukan tanda kamu lemah — tapi sinyal bahwa hubungan butuh perhatian lebih. Belajarlah berbicara dengan tenang, pahami emosi sendiri, dan jangan takut mencari bantuan.
Kadang, cara terbaik untuk “mengembalikan” pasangan bukan dengan marah, tapi dengan menunjukkan bahwa kamu layak didengarkan dan dihargai.(han)